Minggu, 03 Januari 2021

Sejarah senam ritmik dan jenis jenis Sena.

 

Sejarah Senam Irama

Sejarah senam irama bermula dari gagasan Jean-Georges Noverre (1727-1810), Francois Delsarte (1811-1871), dan Rudolf Bode (1881-1970). Ketiganya percaya atas pentingnya ekspresi gerak dimana seseorang menggunakan tubuhnya untuk mencipta keindahan melalui rangkaian gerak tertentu.


Gagasan tersebut kemudian dikembangkan oleh Peter Henry Ling pada abad ke 19 dalam suatu sistem latihan yang disebut sebagai Swedish system (sistem Swedia) dari gerakan bebas yang kemudian dipromosikan sebagai “gymnastik estetis” yang mana seorang atlet mengekspresikan dirinya, emosi dan perasaannya melalui pergerakan tubuh.


Ide tersebut kemudian dikembangkan lagi oleh Catharine Beecher, pendiri Western Female Institute di Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1837. Dalam program latihan yang diciptakan Beecher ini, yang dikenal dengan istilah “grace without dancing”, pesenam perempuan berlatih dengan menggunakan musik mulai dari gerakan sederhana menuju gerakan kompleks. Semenjak itu mulai bermunculan para pelopor gagasan mengenai tubuh, ekspresi tubuh, gerak dan musik dengan berbagai jenis gaya. Kemudian pada tahun 1900, semua jenis gaya tersebut dikombinasikan di sekolah Gymnastics Rhytmic Swedia dan setelahnya banyak juga sekolah-sekolah gymnastik yang mengembangkan hal serupa.


Pada tahun 1929, Hinrich Medau mendirikan sekolah di Berlin dan menciptakan gagasan gymnastik modern yang memiliki perbedaan mendasar dari gaya-gaya sebelumnya, yakni Medau menciptakan suatu sistem gerak senam artistik dengan menggunakan alat (bola, pita, tali, gada, dan simpai) sehingga senam ini mulai terlihat berbeda dengan pertunjukan balet kontemporer, tari atau akrobat.


Kompetisi senam irama dimulai pada tahun 1940 di Rusia. FIG sendiri kemudian memasukkan senam irama sebagai salah satu cabang senam pada tahun 1961. Mula-mula senam ini bernama modern gimnastik, lalu berubah menjadi olahraga gimnastik ritmis, dan terakhir berubah menjadi senam irama atau gimnastik ritmis. Pertandingan internasioal pertama kali dalam cabang ini untuk atlet individual dimulai di Budapest pada tahun 1963, sementara pertandingan grup mulai ada pada kompetisi di Copenhagen, Denmark pada tahun 1967. Senam ritmik mulai diadakan dalam olimpiade di tahun 1984 di Los Angles untuk kelas individu. Lalu untuk pertandingan kelompok mulai masuk pada tahun 1996 di Olimpiade Atlanta.




Unsur dan Jenis Senam Irama

Unsur-unsur yang diperlukan dalam senam irama adalah :

  1. Kelentukan
  2. Keseimbangan
  3. Keluwesan
  4. Fleksibilitas
  5. Kontinuitas
  6. Ketepatan

Dengan irama kita perlu menguasai teknik gerakan pada senam irama agar mencapai gerakan yang serasi dan bermanfaat bagi jasmani dan rohani.Hal ini sesuai dengan tujuan senam yaitu membentuk keindahan tubuh, kebugaran dan kekuatan. Ada tiga hal yang harus ditekankan pada senam irama, yaitu:

  • Ketepatan musik/irama
  • Kelentukan (fleksibilitas)
  • Kontinuitas gerakan

Jenis Macam Aliran Senam Irama

  1. Senam irama yang berasal dari seni sandiwara, dipelopori oleh Delsarte tahun 1811 – 1871, seorang sutradara. Ia menghendaki agar gerakan dalam sandiwara yang dibuat-buat itu dapat dilakukan dengan gerakan yang wajar. Tetapi ia belum berhasil, karena sifat kesandiwaraan masih terlihat dalam aliran ini. Dialah yang pertama-tama menciptakan system senam irama.

  2. Senam irama yang berasal dari seni music ini dipelopori oleh Jacques Dalcroze, seorang guru music yang ingin menyatakan lagu-lagu dalam bentuk gerakan. Dalam sistemnya sudah tentu lebih mementingkan music dari pada gerakan. Murid Dalcroze, Bode, berpendapat bahwa gerakan itu harus digerakkan dari dalam ke feri-feri. Maka senamnya terkenal dengan nama “Ausdruk Gymnastiek” artinya senam yang dijalankan dengan penuh perasaan. Murid Bode adalah yang sangat senang memberikan latihan dengan alat seperti bola, gada dan simpai.


  3. Senam irama yang berasal dari seni tari, dipelopori oleh RudolfbLaban tahun 1879 – 1958. Ia berpendapat bahwa senam irama mengandung: Dressur dan Prestasi olahraga


Gerakan Dasar Senam Irama

  • 1. Gerakan Langkah Kaki

Gerakan langkah kaki meliputi sebagai berikut.


a. Langkah biasa (looppas)
Berdiri dengan sikap tegak.Langkahkan kaki kiri dan kedua lengan di samping badan.Melangkahkan kaki kanan dan jatuhkan pada tumit, dilanjutkan melangkah dengan kaki kiri secarabergantian.Pada gerakan melangkah biasa harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.

Langkah biasa (looppas)

  • Kaki mengeper pada sendi lutut.
  • Gerakan dilakukan dengan rileks.
  • Gerakan disesuaikan dengan irama.

Gunakan irama 2/4 (dd), 3/4 (ddd), 4/4 (dddd) diambil sikap tegak, langkah kaki kiri, kedua lengan lepas di samping badan. Pada bilangan “satu” langkahkan kaki kanan ke depan dengan meletakkan tumit di depan telapak kaki kiri lalu baru ujung jari kaki yang terakhir. Bilangan “dua” ganti langkah kaki kiri.Ingat, di dalam melangkah lutut harus mengeper, tumit harus dijatuhkan.


b. Langkah rapat
Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kanan di depan kaki kiri. Kemudian, melangkahkan kaki kiri di depan kaki kanan, dilanjutkan kedua kaki rapat. Langkah kaki rapat dilakukan dengan hitungan 1 kanan, hitungan 2 kiri, dan hitungan 3 rapat.

Langkah rapat


Secara prinsip, sikap langkah jatuh pada tumit dengan ketentuan sebagai berikut.

  •  Gerakan kaki mengeper pada lutut.
  • Dilakukan dengan rileks dan luwes.
  • Gerakan disesuaikan dengan irama.

c. Langkah keseimbangan (ballanspas)
Berdiri dengan sikap tegak. Hitungan satu, melangkahkan kaki kiri ke depan. Hitungan dua, kaki kanan menyusul melangkah ke depan. Sebelum kaki kanan menapak (tumit masih terangkat) kaki kiri mundur diikuti kaki kanan mundur merapat.

Langkah keseimbangan (ballanspas)


Secara prinsip, langkah ini dilakukan sebagai berikut:

  • Tidak ada saat berhenti;
  • Dilakukan dengan gerakan kaki mengeper;
  • Lebih tepat gunakan irama 3/4 atau 4/4.
  • Langkah depan (galoppas)

Sikap tegak anjur kiri.Pada hitungan 1, silangkan kaki kiri dimuka kaki kanan.Kraissprong dapat pula dilakukan kebelakang.Langkah silang ini dilakukan dengan irama 2/4.


d. Langkah depan (galoppas)

Langkah depan (galoppas)

  • Langkah ini diawali dengan posisi badan berdiri tegak.
  • Pada aba aba pertama kaki kiri diletakkan didepan kaki kanan.
  • Kemudian lakukan gerakan menyilang dibagian belakang dengan langkah irama 2/4.
  • Kemudian kaki kanan dalam posisi tegak dilangkahkan kedepan.
  • Kemudian diikuti dengan langkahan kaki kiri lalu kaki kanan lagi.
  • Gerakan tersebut dilakukan secara bergantian.

e. Langkah silang (kruispas)

Langkah silang (kruispas)

  1. Langkah ini diawali sikap badan berdiri.
  2. Pada aba aba pertama kaki kiri diletakkan kedepan dengan posisi menyilang.
  3. Pada aba aba kedua kaki kanan melangkah ke arah samping kanan. Pada jenis langkah ini menggunakan ritme 2/4 atau dd.

  • 2. Gerakan Ayunan Tangan

a. Ayunan satu lengan ke depan belakang

Ayunan satu lengan ke depan belakang

  1. Sikap permulaan berdiri tegak, melangkah, kedua lengan lurus ke depan.
  2. Hitungan 1: ayun lengan kiri ke belakang diikuti kedua lutut mengeper.
  3. Hitungan 2: ayunkan kembali tangan kiri ke depan.
  4. Hitungan 3-4: sama dengan hitungan 1 – 2 hanya dilakukan dengan tangan kanan.
  5. Lakukan Pembelajaran ini 6 x 4 hitungan dengan irama 4/4

b. Ayunan satu lengan ke samping

Ayunan satu lengan ke samping

  1. Sikap permulaan berdiri tegak, ayunkan kedua lengan ke samping kanan
  2. Hitungan 1: ayunkan lengan kiri dari depan ke samping kiri diikuti kedua lutut mengeper.
  3. Hitungan 2: ayunkan kembali lengan kiri ke depan.
  4. Hitungan 3-4, lengan kanan melakukan gerakan seperti tangan kiri pada hitungan 1 dan 2.

c. Ayunan Satu Lengan Ke Samping Bersamaan Dengan Memindahkan Berat Badan

Ayunan Satu Lengan Ke Samping Bersamaan Dengan Memindahkan Berat Badan

  1. Sikap permulaan berdiri tegak, ayunkan kedua lengan ke samping kanan.
  2. Hitungan 1: ayunkan lengan kiri ke kiri.
  3. Hitungan 2: ayunkan lengan kanan ke kiri bersamaan dengan memindahkan berat badan ke kiri dan kedua lutut mengeper.
  4. Hitungan 3: ayunkan lengan kanan kembali ke kanan.
  5. Hitungan 4: ayunkan lengan kiri ke kanan bersamaan memindahkan berat badan ke kanan, kedua lutut mengeper

d. Ayunan Dua Lengan Ke Depan Belakang

Ayunan Dua Lengan Ke Depan Belakang

  1. Sikap permulaan berdiri, kaki kiri melangkah, kedua lengan lurus ke depan.
  2. Hitungan 1: ayunkan kedua lengan ke belakang.
  3. Hitungan 2: ayunkan kembali ke depan.
  4. Hitungan 3-4, putar kedua lengan melalui bawah di samping badan.
  5. Hitungan 5,6,7,8: Pembelajaran sama dengan Pembelajaran 1,2,3,4, tetapi arahnya berlawanan.

e. Ayunan Dua Lengan Silang Di Depan Badan

Ayunan Dua Lengan Silang Di Depan Badan

  1. Sikap permulaan tegakkan kaki kiri ke samping kiri, kedua tangan direntangkan.
  2. Hitungan 1: ayunkan kedua lengan silang di depan badan.
  3. Hitungan 2: ayunkan kedua lengan kembali.
  4. Hitungan 3: ayunkan kedua lengan silang di belakang badan.
  5. Hitungan 4: ayunkan kedua lengan kembali.
  6. Hitungan 5,6,7,8, diulang gerakan hitungan 1,2,3, dan 4.

f. Variasi Gerakan Langkah Ke Depan dan Gerakan Tangan ke Atas

  1. Sikap permulaan tegak, langkahkan kaki kiri, kedua lengan ke samping.
  2. Hitungan 1: langkahkan kaki kiri ke depan, ayun kedua lengan lurus ke atas.
  3. Hitungan 2: pindahkan berat badan ke belakang sambil membungkukkan badan ke depan, ujung tangan ke bawah.
  4. Hitungan 3: tegak kembali.
  5. Hitungan 4: kaki kiri dirapatkan dan kedua lengan kembali ke sikap semula.
  6. Hitungan 5,6,7, dan 8 sama hanya ganti kaki kiri.

  • 3. Kombinasi Gerakan Langkah Kaki dan Gerakan Ayunan Lengan

a. Gerakan Ayunan Satu Lengan Ke Belakang dan Ke Depan

Gerakan Ayunan Satu Lengan Ke Belakang dan Ke Depan

Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan satu lengan ke belakang dan ke depan aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri menyilang bergantian dan kedua lengan lurus ke depan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Lengan kiri diayunkan kebelakang
    2) Hitungan 2 : Lengan kiri diayunkan ke depan.
    3) Hitungan 3 : Lengan kanan diayunkan ke belakang.
    4) Hitungan 4 : Lengan kanan diayunkan ke depan
    5) Pandangan selalu mengikuti ayunan lengan.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.

b. Gerakan Ayunan Dua Lengan ke Belakang dan ke Depan.

Gerakan Ayunan Dua Lengan ke Belakang dan ke Depan.

Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan dua lengan ke belakang dan ke depan aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke belakang samping kiri.
    2) Hitungan 2 : Kedua lengan diayunkan kembali ke depan..
    3) Hitungan 3 : Kedua lengan diayunkan ke belakang samping kanan.
    4) Hitungan 4 : Kedua lengan diayunkan kembali ke depan.
    5) Pandangan selalu mengikuti ayunan lengan.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.

c. Gerakan Ayunan Lengan Silang dan Rentang di Depan Badan

Gerakan Ayunan Lengan Silang dan Rentang di Depan Badan

Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan lengan silang dan
rentang di depan badan aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan direntangkan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Kedua lengan disilangkan di depan dada.
    2) Hitungan 2 : Kedua lengan terentang setinggi bahu.
    3) Hitungan 3 : Arahkan pandangan ke bahu kanan secara bergantian.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.

d. Gerakan Ayunan Lengan Melingkar Di Atas Kepala

Gerakan Ayunan Lengan Melingkar Di Atas Kepala

Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan lengan melingkar di atas kepala aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke kanan melingkar ke dalam satu lingkaran di atas kepala.
    2) Hitungan 2 : Berdiri tegak, langkahkan kaki kanan dan kedua lengan lurus ke depan.
    3) Hitungan 3 : Kedua lengan diayunkan ke kiri melingkar ke dalam satu lingkaran di atas kepala.
    4) Hitungan 4 : Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri dan kedua lengan lurus ke depan.
    5) Pandangan mengikuti gerakan lengan.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.

e. Gerakan Ayunan Satu Lengan Horizontal ke Kiri dan ke Kanan

Gerakan Ayunan Satu Lengan Horizontal ke Kiri dan ke Kanan

Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan satu lengan horizontal ke kiri dan ke kanan aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan direntangkan
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Lengan kiri diayun ke kanan di depan badan.
    2) Hitungan 2 : Lengan kiri diayun ke kiri (sikap semula).
    3) Hitungan 3 : Lengan kanan diayun ke kiri di depan badan.
    4) Hitungan 4 : Lengan kanan diayun ke kanan (sikap semula)
    5) Setiap ayunan diikuti dorongan panggul.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.

f. Gerakan Ayunan Kedua Lengan Ditarik Ke Dada Dan Didorong Ke Depan

Gerakan Ayunan Kedua Lengan Ditarik Ke Dada Dan Didorong Ke Depan

Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan kedua lengan ditarik ke dada dan didorong ke depan aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Kedua lengan diluruskan di depan dada.
    2) Hitungan 2 : Kedua lengan ditarik di depan dada.
    3) Hitungan 3 : Kedua lengan didorong ke depan (sikap semula)
    4) Setiap ayunan diikuti dorongan panggul.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula.

g. Gerakan Ayunan Dua Tangan Setinggi Bahu

Gerakan Ayunan Dua Tangan Setinggi Bahu

Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan kedua tangan setinggi bahu aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri ke samping kiri dan kedua lengan lurus ke samping kanan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke kiri.
    2) Hitungan 2 : Kedua lengan diayunkan ke kanan.
    3) Hitungan 3 : Kedua lengan diayun melingkar satu lingkaran ke kiri di atas kepala.
    4) Hitungan 4 : Kedua lengan lurus ke samping kiri.
    5) Setiap gerakan ini diulang, ayunan lengan dari samping kiri.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula

h. Gerakan Ayunan Satu Lengan Ke Kaki Kanan dan Kiri Secara Bergantian

Gerakan Ayunan Satu Lengan Ke Kaki Kanan dan Kiri Secara Bergantian

Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan satu lengan ke kaki kanan dan kiri secara bergantian aktivitas gerak berirama berikut ini.

  • Sikap awal
    Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri ke samping kiri dan kedua tangan direntangkan.
  • Gerakannya
    1) Hitungan 1 : Tangan kanan diayun menyentuh ujung kaki kiri dan badan membungkuk.
    2) Hitungan 2 : Tangan kembali diayun ke sikap semula.
    3) Gerakan dilakukan bergantian dengan tangan kiri.
  • Sikap akhir
    Kembali ke sikap semula

  • Senam Irama Dengan Alat

Sesuai dengan laju dan perkembangan cabang-cabang olahraga, begitu pula dengan cabang olahraga senam irama, dulu disebut Rhytmic Gymnastics (senam irama) pada masa sekarang disebut modern Rhytmic Gymnastics. Pada senam irama modern ini selain mempertandingkan rangkaian Senam Irama Modern tanpa alat tangan, alat lima alat yang dipertandingkan baik secara perorangan maupun secara beregu. Alat tersebut terdiri atas: bola (balls), tali (ropes), simpai (hoops), pita (ribbons) dan gada (clubs).


Kelima permainan itu boleh dimainkan secara perorangan dan boleh secara beregu.Setiap alat mempunyai karakteristik masing-masing.


  • Bola (balls)
    Ukuran bola tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, asal dapat dipegang oleh jari-jari tangan dan dapat dikuasai agar tidak mudah jatuh.Bola boleh terbuat dari karet atau plastik. Kompetisi berat
    bola 400gr, lingkarannya 18-20 cm.
    Cara memainkannya: Bola boleh dilempar ke atas kemudian ditangkap lagi, boleh digelundungkan baik di lantai maupun pada tubuh si pesenam sendiri.


  • Tali (ropes)
    Tali seluruhnya terbuat dari bahan yang halus, tidak ada tempat memegang yang khusus.Panjang tali disesuaikan dengan tinggi pesenam itu sendiri. Cara mengukurnya, tengah-tengah tali diinjak oleh salah satu kaki si pesenam kedua ujung tali dipegang oleh tangan kiri dan kanan kemudian ujung tali yang dipegang diletakkan di depan bahu.
    Cara memainkannya: Tali dipegang ujungnya baik satu tangan maupun oleh kedua tangan. Tali bebas untuk dimainkan, boleh dilewatkan ke atas kepala atau ke bawah telapak kaki sambil loncat, boleh di lempar ke atas, yang penting tali itu tetap dikuasai dan dimainkan selama waktu rangkaian yang sudah ditentukan.


  • Simpai (hoops)
    Boleh dibuat dari kayu atau plastik ataupun dari bahan lainnya.Berat sebuah simpai tidak lebih dari 300 gram, warnanya bebas boleh putih, kuning atau warna campuran (belang-belang). . tidak termaksud tongkat untuk orang dewasa diameter atau garis tengahnya. 80-90 cm diukur dari sebelah dalam.
    Cara memainkannya: Dalam penampilan simpai boleh dipegang oleh satu tangan ataupun dua tangan. Sebelum dapat memainkan simpai dengan baik harus dikuasai macam-macam cara pegangnya. Misalnya: Reguler grip, Reserve grip, Inside grip, Outsite grip dan mixed grip. Simpai boleh dilempar, boleh digelundungkan, menurut teknik dan peraturan-peraturan yang berlaku.


  • Pita (ribbons)
    Terbuat dari bahan yang halus seperti kain saten. Panjang pita 6 meter tidak termaksud tongkat (stick) untuk pegangan.Berat pita termaksud tongkat (stick) untuk pegangan 35 gram.Tongkat untuk pegangan terbuat dari kayu, bamboo atau bahan lain, misalnya fiber glass. Panjang stick 50-60 cm. Diameter stick 1 cm.Mengayun, memutar, mempuat angka delapan, berbelit-belit seperti ular, spiral dan macam-macam lemparan.


  • Gada (clubs)
    Terbuat dari kayu atau bahan plastik, bentuk gada hampir sama dengan botol. Panjang gada 40-50 cm. Berat gada 150 gram.
    Latihan dengan gada: Mengayun, memutar, memukul, melempar dan menangkap.
    Dari kelima alat masing-masing di dalam melakukan rangkaian diiringi music. Lapangan yang
    dipergunakan untuk suatu rangkaian senam irama ialah lantai yang ditutup oleh matras yang berukuran 12 X 12 cm.


Prinsip Gerakan-Gerakan Dalam Senam Irama

Karena sifat tekanan seperti hal-hal tersebut di atas itu lebih banyak dimiliki oleh putri, maka senam irama umumnya dilakukan oleh putri.

  1. Irama
    Pada dasarnya irama telah dikenal oleh mahasiswa semasa di Sekolah Menengah Pertama maupun di sekolah Menengah Atas, misalnya irama: 2/3, 3/4, 4/4 dan sebagainya.

  2. Kelentukan tubuh dalam gerakan (flexibilitas).
    Prinsip kelentukan dalam gerakan akan diperoleh berkat latihan yang tekun dan akan makan waktu yang cukup lama.


  3. Kontinuitas Gerakan
    Kontinuitas gerakan akan diperoleh dari rangkaian gerak-gerak senam yang telah disusun dalam bentuk rangkaian yang siap ditampilkan. Ini membutuhkan latihan yang tekun dan cukup lama.Maka demi terciptanya keserasian dalam gerak irama harus dikuasai secara matang.


Komponen Kesegaran Jasmani Dalam Senam

Komponen-Komponen Kesegaran Jasmani Yang Terdapat Dalam Senam

Kesegaran jasmani pada hakekatnya bukan sesuatu keadaan yang berdiri sendir, melainkan lebih merupakan perpaduan dari beberapa komponen.Pemisahan atau membeda-bedakan komponen-komponen itu saaatu sama lain hanya mungkin dalam perbincangan teori, karena selalu saja ada bagian-bagian yang tak dapat dipisahkan. Ada empat komponen dasar yang mutlak diperlukan dalam memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani serta sikap tubuh yang baik yaitu kekuatan otot, kelentukan, daya tahan dan relaksasi.Keempat komponen dasar tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan senam.


  • Kekuatan otot

Kekuatan otot yang dalam bahasa Inggris disebut “Muscular Streengght” merupakan komponen dasar yang penting dalam menyelesaikan tugas-tugas fisik yang memerlukan pengerahan tenaga.Kekuatan ialah kemampuan mengerahkan tenaga dalam melawan bebanatau tahanan.Otot-otot yang kurang diberi pekerjaan atau kurang terlatih cendrung menjadi lemah, kendor, kurang tenaga. Namun dengan latihan dan kerja yang teratur dan berkesinambungan maka otot-otot akan menjadi kuat.


Dengan senam yang direncanakan kekuatan dapat dikembangkan serta tegangan otot diperbaiki.Kekuatan penting dalam kegiatan manusia, selain itu juga untuk memelihara bentuk tubuh dan sikap yang baik. Namun perlu diingat bahwa tidak setiap pekerjaan memerlukan kekuatan otot yang sama. Karena itu tidak sepatutnya kita berharap agar setiap orang memiliki kekkuatan yang sesuai dengan jenis pekerjaannya.Pola-pola kegiatan yang menggunakan kekuatan otot contohnya ialah menari beban seperti pada tarik tambang atau menarik pedati, mendorong benda berat, menjinjing dan menjunjung.


Pola kegiatan lain yang menggunakan kekuatan yang dipadukan dengan kecepatan, contohnya menendang bola dengan keras. Perpaduan kekuatan dan kecepatan disebut “power” memang peranan penting dalam keterampilan olahraga.Otot-otot terdiri atas sejumlah fibrin (serabut otot) yang secara genetis jumlahnya tidak ssama bagi setiap individu.Jumlah fibril yang lebih banyak mempunyai potensi fungsional lebih tinggi dari yang kurang.Artinya dapat lebih kuat, bila sama-sama dilatih.Otot yang terlatih menjadi lebih besar, fibril-fibril lebih gemuk dan menjadi lebih kuat.Besarnya otot ada hubungannya dengan kekuatan dan daya tahannya.


  • Kelentukan

Kelentukan ialah derajat kemampuan gerak pada berbagai persendiaan atau beberapa persendiaan.Seperti gerakan melipat siku hanya bekerja satu persendiaanyaitu persendian engsel.Tetapi pada gerakan membungkuk yang bekerja adalah sejumlah persendiaan, yaitu tulang-tulang leher, punggung, pinggang.


Kelentukan merupakan syarat mutlak untuk mengerahkan kekuatan dengan derajat kemungkinan gerak penus secara efisien. Sebagai contoh misalnya gerakan mengambil bola (cock) rendah dekat net pada permainan bulu tangkis, di mana pemain harus melangkahkan kaki secara penuh sambil menyodorkan tangan ke depan. Walaupun pada gerakan ini kekuatan dan kecepatan bekerja, tetapi peranan kelentukan sangat menentukan.


  • Daya tahan

Daya tahan sering diberi batasan sebagai kemampuan secara jasmaniah seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu dalam waktu yang cukup panjang tanpa sesudahnya mengalami kelelahan yang berlebihan, dalam arti pulih dalam waktu yang wajar. Daya tahan adalah kemampuan menunda kelelahan yang akan menyertai kerja fisik. Batasan ini sebenarnya sama pengertiannya dengan yang terdahulu.


Daya tahan ada bermacam-macam seperti daya tahan mengetik selama lima jam dalam sehari, seharian mendaki bukit, berlari satu setengah kilo meter dan lain-lain. Namun demikian daya tahan itu secara praktis menyangkut kemampuan kerja sistem cardio vascular respiratory (sistem peredaran darah dan pernafasan) yang disebut juga ergosistem sekunder.


  1. Daya tahan otot
    Daya tahan otot ialah daya tahan setempat (lokal) pada otot yang bekerja untuk sesuatu kegiatan.Daya tahan otot bergantung pada dua hal yaitu kekuatan otot dan pengerahan (suplai) darah terhadap kelompok-kelompok otot tersebut.Otot-otot dengan kekuatan yang lebih besar mempunyai daya tahan yang lebih besar pula. Dengan kata lain yang lebih kuat kerjanya lebih efisien dan kelelahan dikurangi. Sebagai contoh misalnya seseorang yang tangannya berotot kuat akan dapat melakukan gerakan push up lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan berotot kurang kuat.

  2. Daya tahan cardio vascular respiratory
    Daya tahan ini menyangkut kemampuan tubuh untuk mengerahkan daerah yang mengandung O2 dan nutrisi kejaringan tubuh yang aktif, serta menyangkut sisa-sisa metabolism kea lat-alat pengeluarannya.Itu semua berhubungan dengan kekuatan dan tonus (tegangan) jantung.Kerja paru-paru, peredaran darah dan mobilisasi cadangan energi dalam menghadapi tekanan yaitu latihan jasmani dan kerja. Jantung adalah otot seperti otot-otot yang lain bila terlatih menjadi lebih kuat dansebagai akibatnya dapat memompa darah lebih banyak, dengan demikian maka denyut nadi lebih tenang.


    Jantung yang lebih kuat lebih cepat bereaksi terhadap kegiatan jasmani yang meningkat, tetapi juga lebih cepat menurun kea rah normal denyutannya.Latihan daya tahan cardio vascular respiratory selain memperkuat jantung yang berarti melancarkan peredaran darah juga mempengaruhi kapasitas vital yaitu jumlah O2 yang dapat diambil oleh paru-paru pada saat bernafas, sehingga tarikan nafas pada saat istirahat tidak dalam.


  • Relaksasi

Komponen keempat dari pada kesegaran jasmani adalah relaksasi.Komponen ini sebenarnya bersifat jasmaniah dan rohaniah.Secara jasmaniah maka relaksasi adalah kemampuan melepaskan ketegangan yang berlebihan pada saraf otot.Ketegangan yang berlebihan pada saraf dan otot dapat disembuhkan dengan berolahraga yang mengandung unsur rekreatif.Saraf dan otot harus berada dalam tegangan yang optimal.


Manfaat Senam Irama

  1. Manfaat Fisik
    Orang yang melakukan senam irama secara rutin akan mengembangkan kemampuan daya tahan, otot, kekuatan, tenaga, kelentukan, koordinasi, kelincahan dan keseimbangan.
  2. Manfaat Mental
    Orang yang rutin melakukan senam irama mampu menggunakan kemampuan berfikirnya secara aktif dan kreatif melalui pemecahan masalah gerak.
  3. Manfaat Sosial
    Kegiatan senam dilakukan secara bersama-sama dalam hal ini maka akan terwujud interaksi sosial.

SENAM LANTAI

 Senam lantai merupakan salah satu cabang dari olahraga senam. Sesuai dengan namanya, senam ini dilakukan di atas lantai, kebanyakan gerakan dalam senam lantai membutuhkan matras sebagai alat bantu yang berfungsi untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan saat melakukan gerakan-gerakan yang hampir semuanya bersentuhan dengan lantai. Di dalam pertandingan resmi senam lantai dilakukan di atas lantai berukuran 12×12.

Organisasi senam Indonesia menginduk pada Persatuan Senam Indonesia (Persani). Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia) atas inisiatif dari para tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam

Sejarah Senam Lantai





sejarah senam lantai
abc.net.au


Sejarah senam berasal dari negri Yunani, namun untuk senam lantai sendiri berawal dari negri tirai bambu, yaitu Cina. Sejak tahun 2700 sebelum masehi para biara-biara Cina kuno sudah mengenal bentuk-bentuk sederhana dari gerakan senam lantai.
Para biara Cina kuno mengenal gerakan tersebut bukan sebagai gerakan senam lantai tetapi suatu gerakan untuk bela diri dan pengobatan.Catatan peninggalan gerakan sederhana dalam senam lantai terdapat di dalam kitab warisan kong hu cu dan muridnya. Kitab tersebut banyak menceritakan gerakan-gerakan sederhana yang bertujuan untuk pengobatan
Ada yang mengatakan senam lantai juga berasal dari India. Negara India memang sudah lama dikenal sebagai negara yang mempunyai gerakan khusus untuk pengobatan dan teknik pernafasan. Salah satu teknik pengobatan yang banyak dihubungkan dengan gerakan senam lantai adalah yoga.
Jika dilihat-lihat, gerakan yoga mempunyai banyak kemiripan dengan gerakan yang ada di senam lantai, Misalnya gerakan kayang yang terdapat dalam yoga juga ada di dalam gerakan senam lantai. Yoga menuntut kelenturan gerakan tubuh dan pengambilan nafas yang dinamis yang juga banyak dijumpai dalam gerakan senam lantai modern pada masa sekarang.
Dahulu, orang India mempercayai gerakan yoga sebagai suatu gerakan yang dapat menyembuhkan rasa sakit dan juga gerakan untuk memuja para dewa dalam kepercayaan yang mereka anut.
Sejarah senam lantai juga bisa kita lihat pada piramida yang ada di Mesir.  Banyak piramida-piramdia Mesir yang menggambarkan dan menjelaskan tentang senam lantai. Piramida Mesir menceritakan suatu gerakan yang dulu dilakukan oleh para nenek moyang mereka. Pada saat itu mereka menceritakan tentang kehidupan mereka, termasuk di dalam cerita tersebut tercantum beberapa gerakan yang jika dilihat-lihat mirip dengan gerakan senam lantai.
Bahkan beberapa peneliti berpendapat dari gambar yang ada di peramida tersebut bahwa nenek moyang mereka mengenal gerakan-gerakan yang mirip dengan gerakan yoga di India juga Gymnastic Jerman kuno yang di dalamnya terdapat gerakan-gerakan sederhana yang ada di senam lantai.
Berdasarkan fakta-fakta yang telah dijelaskan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sejarah dari senam lantai tidak dimulai sejak abad ke 20, tetapi jauh sebelum itu para leluhur kita sudah mengenal gerakan-gerakan sederhana yang mirip dengan senam lantai di masa modern ini. Umumnya gerakan-gerakan sederhana pada masa itu digunakan untuk metode pengobatan dan sebagai sarana untuk memuja dewa.
Baru sekitar abad ke 20 gerakan senam mulai banyak dikenal oleh masyarakat, perlahan-lahan mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia. Pada dasarnya gerakan senam dari waktu ke waktu sama saja, akan tetapi seiring perkembangan zaman gerakan senam mulai banyak dikembangkan dan dibagi kedalam berbagai jenis, salah satunya adalah senam lantai.

Sejarah Senam di Indonesia





gymnasium
oxfordhistory.org.uk

Senam mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1912, pada masa penjajahan Belanda. Masuknya olahraga senam ini berbarengan dengan ditetapkannya pendidikan jasmani sebagai pelajaran wajib di sekolah. Karena senam merupakan bagian dari penjaskes, maka dengan sendirinya senam juga turut diajarkan di sekolah.
Senam yang pertama kali diperkenalkan pada waktu itu adalah senam versi Jerman.  Sistem ini menekankan pada kemungkinan gerak-gerak yang kaya sebagai alat pendidikan. Lalu pada tahun 1916, sistem itu digantikan oleh sistem Swedia yang lebih menekankan pada manfaat gerak. Sistem ini dibawa dan diperkenalkan oleh seorang perwira kesehatan dari angkatan laut  kerajaan Belanda yang bernama Dr. H. F. Minkema.
Lewat Minkema inilah senam di Indonesia mulai menyebar ke berbagai daerah, ketika pada tahun 1918 Minkema membuka kursus senam Swedia di kota Malang untuk para tentara dan guru. Meskipun demikian, awal mula penyebaran senam dianggap berasal dari Bandung. Alasannya, sekolah pertama yang berhubungan dengan senam didirikan di Bandung, ketika pada tahun 1922 dibuka MGSS (Militaire Gymnastiek en Sporschool).
Mereka yang lulus dari sekolah tersebut nantinya menjadi instruktur senam Swedia di sekolah-sekolahan. Melihat perkembangannya yang baik kemudian MGSS membuka cabang di beberapa daerah antara lain di Bogor, Malang, Surakarta, Medan, dan Probolinggo.
Masuknya Jepang ke Indonesia pada tahun 1942, merupakan akhir dari olahraga senam. Jepang melarang semua bentuk senam di sekolah dan di lingkungan masyarakat dan menggantinya dengan “Taiso”Taiso adalah sejenis senam pagi (berbentuk kalestenik) yang wajib dilakukan di sekolah-sekolah sebelum pelajaran dimulai, dengan iringan radio yang disiarkan secara serentak.




china-sd.com

Sebelum melakukan taiso murid-murid diharuskan untuk memberi hormat kepada Kaisar Jepang. Caranya, dengan mengikuti aba-aba yang dikumandangkan, yang berbunyi “sei kei rei”, semua murid harus membungkuk dalam-dalam menghadap ke utara (Tokyo) tempat Kaisar Tenno Heika berada. Setelah melakukan senam, murid-murid juga diwajibkan untuk melakukan penghormatan kepada kaisar Jepang
Masa “Taiso” tidak berlangsung lama. Karena rakyat Indonesia banyak yang menentang dengan diadakannya Taiso. Dengan adanya penolakan yang besar-besaran, akhirnya senam yang diajarkan di sekolah-sekolah kembali kepada senam yang dulu dipakai sewaktu masa penjajahan Belanda.
Dengan semakin terkenalnya olahraga senam, maka didirikan sebuah organisasi yang berfungsi untuk membina para atlet yang berbakat. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia) atas inisiatif tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Dengan ketua persani pertama adalah R. Suhadi.
Baru pada tahun 1964, Indonesia pertama kali mengikuti perlombaan senam lantai yang bertaraf Internasional di




ganefo I
ebeijing.gov.cn

GANEFO I (Games of the New Emerging Forces) dengan Indonesia sebagai tuan rumahnya. Negara yang berpartisipasi pada cabang senam tersebut adalah Cina, Rusia, Korea, Mesir, dan Indonesia. Adapun cabang senam yang dipertandingkan adalah senam artistik.
Itulah sejarah awal perkembangan senam di Indonesia hingga sekarang. Dari peristiwa Ganefo itulah senam artistik mulai dikenal luas di Indonesia, sehingga pada tahun 1969, senam dipertandingkan untuk pertama kalinya di PON VII di Surabaya.

Jenis-Jenis Gerakan Senam Lantai

Banyak sekali variasi gerakan dalam senam lantai, dari yang tingkat kesulitannya rendah, sampai yang butuh latihan bertahun-tahun untuk menguasainya. Berikut ini beberapa gerakan senam lantai yang bisanya diajarkan dipendidikan jasmani dan bagaimana cara melakukannya.

1. Sikap Kayang

senam lantai
Sikap kayang adalah sebuah gerakan senam lantai dengan posisi kedua tangan dan kaki bertumpu pada matras dengan posisi terbalik kemudian meregang dan panggul serta perut diangkat ke atas. Manfaat dan tujuan melakukan kayang adalah untuk meningkatkan kelenturan tubuh, terutama pada bagian otot perut, kaki, bahu, tangan dan pinggang.
Teknik melakukan sikap kayang ada 2, dengan awalan tidur dan awalan berdiri.
Langkah-langkah untuk melakukan gerakan kayang dengan awalan berdiri :
senam lantai
  1. Ambil sikap berdiri tegak dan kaki sedikit terbuka
  2. Posisi tangan masing masing berada di samping kaki
  3. Gerakan tangan secara bersamaan atau satu tangan dengan mengayunkannya ke belakang. Kepala tengadah kemudian badan melenting ke belakang, pastikan jika posisi telapak tangan menyentuh atau mendarat pada matras dengan baik.
  4. Bagi kalian yang masih pemula, bisa menggunakan bantuan tembok untuk penyangga atau bisa juga meminta bantuan teman untuk membantu menahan bagian perut.
Langkah-langkah untuk melakukan gerakan kayang dengan awalan berbaring :
senam lantai
  1. Awali gerakan dengan berbaring diatas lantai/matras
  2. Tekuk kedua lutut Anda, setelah itu rapatkan kedua tumit pada pinggul
  3. Tekuk kedua siku tangan Anda, kemudian telapak tangan bertumpu pada matras dan tempatkan ibu  jari di samping telinga.
  4. Lakukan gerakan badan diangkat pelan pelan keatas, kemudian disusul dengan dorongan dari kedua tangan dan kaki lurus
  5. Terakhir lakukan gerakan kepala masuk diantara kedua tangan




senam lantai
bantuan sikap kayang

Cara memberikan bantuan gerakan kayang :
  1. Teman yang membantu berdiri di samping, kemudian melingkarkan tangannya ke dalam pinggang dan turunkan secara perlahan.
  2. Bantuan dapat dilakukan oleh 2 orang dengan masing masing orang berdiri di samping dan saling berpegangan, pegangan diletakkan tepat dibagian pinggang


Beberapa kesalahan dalam melakukan sikap kayang :
  1. Tidak melakukan pemanasan atau peregangan yang cukup, sehingga sering mengalami sakit sakit hingga cedera otot karena tertarik setelah melakukan gerakan kayang.
  2. Siku tangan bengkok, karena kekakuan pada bagian bahu dan sendi.
  3. Keseimbangan yang kurang
  4. Posisi badan kurang membusur karena bagian punggung yang kurang lentur dan kekakuan pada otot perut.
  5. Usahakan posisi kepala harus pas dan jangan terlalu menengadah.

2. Sikap Lilin

senam lantai
Sikap lillin merupakan gerakan yang dilakukan di atas matras dengan kaki tegak berada di atas sedangkan kepala berada dibawah sehingga menyerupai lilin. Tujuan sikap lilin adalah untuk melatih keseimbangan tubuh dan menjaga tubuh tetap sehat. Selain itu juga senam lantai merupakan salah satu dasar untuk senam kategori lainnya
Untuk melakukan gerakan ini diperlukan latihan yang rutin agar hasil yang didapat maksimal, bagi kalian yang masih pemula bisa meminta bantuan teman. Namun, perlu diingat sebelum melakukan gerakan ini pastikan kalian sedah pemanasan terlebih dahulu agar tidak terjadi cedera.
Cara melakukan sikap lilin yang benar :
  1. Langkah awal yang harus dilakukan adalah tidur terlentang dan kedua kaki lurus rapat, sedangkan kedua tangan lurus berada di samping kanan dan kiri
  2. Pandangan lurus keatas, setelah itu angkat kedua kaki dan pinggul dibantu dengan menggunakan kedua tangan untuk dorongan kaki ke atas. Kaki harus rapat dengan didorong menggunakan tangan yang berbentuk seperti siku. Pastikan jika kaki dan pinggul Anda lurus, setelah itu jaga keseimbangannya.
  3.  Saat melakukan pendaratan atau menurunkan kaki harus pelan pelan, hal tersebut agar tidak terjadi cedera.
Cara memberikan bantuan sikap lilin :senam lantai
  1. orang yang membantu berada di samping atau bisa juga di depannya untuk kemudian membantu mengangkat kedua kaki dan menahannya.
  2. Pegang pergelangan kaki saat meluruskan kedua kaki ke atas.
Kesalahan yang sering terjadi saat melakukan sikap lilin :
  1. Pinggang hanya ditopang dengan ibu jari
  2. Kedua kaki condong kebelakang, sehingga berat untuk ditopang dan tidak dapat bertahan dalam waktu yang lama
  3. Kedua kaki condong kedepan
  4. Penempatan siku-siku tangan terlalu keluar dari garis lebar badan
  5. Tidak/kurang bertumpu pada pundak

3. Handstand

senam lantai
Handstand adalah posisi berdiri dengan kedua tangan berada di bawah dan kaki lurus ke atas. Gerakan ini termasuk ke dalam tingkatan yang sulit untuk dilakukan karena memerlukan keseimbangan yang tinggi.
Langkah-langkah untuk melakukan handstan :
  1. Langkah awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan
  2. Kemudian perlahan gerakan salah satu kaki lebih maju dari kaki yang lainnya.
  3. Bungkukkan badan dengan kedua telapak tangan bertumpu pada matras atau lantai
  4. Angkat tungkai kaki secara perlahan dengan cara satu persatu.
  5. Dorong bokong setinggi-tingginya hingga terangkat.
  6. Bengkokkan tungkai depan sementara tungkai belakang diluruskan
  7. Posisi akhir adalah badan dalam posisi terbalik 180 derajat dan dalam keseimbangan dengan kedua tungkai rapat dan lurus.
  8. Untuk pemula, jika belum berpengalaman melakukannya dapat menggunakan dinding atau tembok sebagai bantuan untuk sandaran atau tumpuan kedua kaki.
Cara memberikan bantuan gerakan handstand :senam lantai
  1. Memberikan bantuan dalam gerakan handstan adalah dengan membantu menopang pada bagian panggul, belakang paha, dan kedua pergelangan kaki
  2. Bagi yang belum cukup kuat pada bagian bahu, lengan, dan tangan jika ingin jatuh diteruskan dengan roll depan agar mengurangi resiko cedera

4. Headstand

senam lantai

Headstand adalah posisi berdiri dengan kepala di bawah dengan ditopang menggunakan kedua tangan yang membentuk segitiga.
Gerakan headstand merupakan turunan dari gerakan handstand  yang membutuhkan konsentrasi dan koordinasi yang lebih tinggi sehingga mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi pula.
Langkah-langkah dalam melakukan headstand :
  1. Bungkukkan badan dengan dahi dan kedua tangan bertumpu pada lantai
  2. Pastikan dahi dan kedua tangan membentuk segitiga sama sisi
  3. Taruh kepala pas di depan bentuk segitiga
  4. Jalankan kaki pelan-pelan ke depan
  5. Ketika tulang punggung sudah lurus, kuatkan otot perut, tarik nafas, angkat 1 kaki lurus ke atas, lalu kaki yang lainnya ke atas
Cara memberikan bantuan gerakan headstand :senam lantai
  1. Membantu mengangkat dan menarik panggul
  2. Memegang dan menahan kedua kaki, pegang pada ujung pergelangan kaki dan belakang paha atau panggul
Kesalahan yang sering terjadi dalam melakukan headstand :
  1. Penempatan kedua tangan dan kepala tidak  membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
  2. Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha
  3. Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat
  4. Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan

5. Roll Depan (Forward Roll)

Rolling depan atau guling ke depan adalah berguling ke depan atas bagian belakang badan (tengkuk, punggung, pinggang dan panggul bagian belakang). Secara teknis roll depan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan awalan berdiri dan jongkok.
Langkah-langkah roll depan dengan awalan jongkok :
senam lantai
  1. langkah awal yang harus dilakukan adalah jongkok dengan kedua tangan dilebarkan sebahu dan telapak tangan diletakkan di atas matras
  2. Luruskan kedua kaki lalu tekuk sedikit siku tangan
  3. Gerakkan kepala ke arah dagu hingga menyentuk dada
  4. Bergulinglah ke depan.
  5. tekuk kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke depan dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
  6. Posisi akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak
Langkah-langkah roll depan dengan awalan berdiri :
senam lantai
  1. Angkat kedua tangan ke depan dan bungkukkan badan, lalu letakkan telapak tangan di atas matras.
  2. Lipat kedua siku agak ke samping, lalu masukkan kepala di antara dua tangan.
  3. Sentuhkan bahu ke matras dan bergulinglah ke depan.
  4. tekuk kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut
Cara memberikan bantuan saat melakukan roll depan : senam lantai
  1. pegang belakang kepala dan menolak pada kedua lutut
  2. dorong punggung saat akan duduk
  3. Membantu menekukkan kepala dan menempatkannya di lantai di antara kedua tangan.
Kesalahan-kesalahan saat melakukan roll depan :
  1. Kedua tangan yang bertumpu tidak dapat (dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit, terlalu jauh atau terlalu dekat) dengan ujung kaki.
  2. Tumpuan tangan kurang kuat, sehingga keseimbangan badan kurang sempurna dan akibatnya badan jauh kesamping.
  3. Bahu tidak diletakkkan diatas matras saat tangan dibengkokkan.
  4. Saat berguling ke depan tangan tidak ikut melolak.

 6.Roll Belakang (Back Roll)

senam lantai
roll belakang adalah gaya gerakan senam yang dimana posisi badan berguling ke arah belakang badan melalui bagian belakang badan mulai dari panggul bagian belakang,pinggang, punggung, dan tengkuk.
Langkah-langkah untuk melakukan gerakan roll belakang :

  1. Posisi jongkok, kedua kaki rapat, dan tumit diangkat
  2. Kepala menunduk dan dagu rapat ke dada
  3. Kedua tangan berada disamping telinga dan telapak tangan menghadap ke atas
  4. Jatuhkan pantat ke belakang, badan tetap bulat
  5. Pada saat punggung menyentuh matras, kedua lutut cepat ditarik ke belakang kepala
  6. Pada saat kedua ujung kaki menyentuh matras di belakang kepala, kedua telapak tangan menekan matras hingga tangan lurus dan kepala terangkat.
  7. Ambil sikap jongkok, dengan lurus ke depan sejajar bahu, lalu berdiri
Cara memberikan bantuan dalam melakukan roll belakang :
  1. Menopang dan mendorong pinggang ke arah guling ke belakang dan membawanya ke arah guling
  2. Membantu mengangkat panggul dan membawa ke arah guling
Kesalahan-kesalahan saat melakukan roll belakang :
  1. Penempatan tangan terlalu jauh ke belakang, sehingga saat menolak tubu tangan tidak kuat.
  2. Keseimbangan tubuh kurang baik saat mengguling kebelakang, hal ini disebabkan karena sikap tubuh kurang bulat
  3. Posisi mengguling kurang sempurna. Hal ini disebabkan karena kepala menoleh ke samping.
  4. Keseimbangan tidak terjaga karena mendarat dengan lutut (seharusnya telapak kaki)

    7. Meroda (Cart Wheel)

    senam lantai
    Meroda adalah suatu gerakan ke samping, pada saat bertumpu atas kedua tangan dengan kaki terbuka lebar. Meroda dapat dilakukan dengan awalan ke kiri atau ke kanan, terserah bagaimana posisi yang enak. Gerakan meroda memerlukan koordinasi gerak yang baik
    Cara melakukan gerakan meroda :
    1. Langkah awal yang harus dilakukan adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
    2. Buka kaki selebar bahu sementara kedua tangan lurus ke atas membentuk huruf V
    3. Jatuhkan badan ke arah kiri seraya meletakkan telapak tangan kiri ke atas matras.
    4. Angkat kaki kiri lurus ke atas.
    5. Kemudian, letakkan tangan kanan di samping tangan kiri.
    6. Angkat kaki kanan lurus ke atas sementara kaki kiri mulai turun kembali.
    7. Angkat tangan kiri disusul oleh kaki kiri.
    8. Kembali ke posisi awal berdiri tegak.
    Cara memberikan bantuan saat melakukan cart wheel :
    1. Satu orang teman memberikan pertolongan dengan cara berdiri di belakang orang yang melakukan gerakan meroda.
    2. Pada saat badan dan kedua kaki yang melakukan meroda terangkat ke atas, maka si teman segera memegang kedua sisi pinggulnya
    3. Dilanjutkan dengan melakukan gerakan meroda ke samping, dan teman yang membantu tetep memegang kedua sisi pinggulnya sampai kedua kaki menumpu di lantai.
    1. Kesalahan-kesalahan saat meroda :
      1. Lemparan kaki kurang kuat
      2. Lemparan kaki bergerak ke arah depan, seharusnya ke atas.
      3. Penempatan tangan pertama di lantai terlalu dekat dengan kaki tolakan
      4. sikap badan kurang melenting
      5. kedua siku dibengkokan

      8. Salto (Summersault)

      Salto adalah gerakan berguling di udara, salto bisa dilakukan kedepan ataupun kebelakang. Mungkin salto adalah gerakan senam lantai tersulit. Harus sering-sering latihan agar bisa melakukan gerakan ini, karena jika gagal dalam melakukan salto bisa fatal akibatnya.
      Sebelum melakukan salto ada baiknya melakukan pemanasan salah satunya dengan melakukan loncat harimau.
      Langkah-langkah untuk melakukan salto :
      1. Langkah awal yang harus dilakukan adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan.
      2. Kemudian melangkahlah beberapa kali atau jika perlu berlarilah, sebelum melakukan tolakan sekuat tenaga.
      3. Ayunkan tangan ke bawah saat melakukan tolakan untuk memberikan dorongan tambahan.
      4. Saat badan melayang di udara, lipat tangan ke arah lutut dan tundukkan kepala.
      5. Setelah badan berputar 360 derajat, luruskan tungkai untuk pendaratan.
      6. Tangan diangkat ke atas.
      7. Posisi akhir adalah berdiri tegak kembali. Gunakan tangan untuk keseimbangan.
      Kesalahan-kesalahan saat melakukan salto :
      1. Saat menolak kedua kaki kurang kuat.
      2. Kedua lengan tidak terayun kuat ke atas.
      3. Loncatan condong kedepan, bukan ke atas. Hal ini mengakibatkan loncatan tidak mencapai tinggi maksimal. Kesalahan jenis ini membuat anda mendarat dengan posisi duduk.
      4. Posisi badan kurang melingkar. Karena lutut dan tangan tidak rapat, kepala juga tidak menunduk.
      5. Saat pendaratan lengan tidak merentang ke atas namun di ayun ke arah depan. Hal ini akan mengurangi keseimbangan.

      9. Lompat Harimau

      senam lantai
      Sesuai dengan namanya, lompat harimau adalah gerakan melompat yang mirip dengan harimau yang sedang menerkam. Secara teknis, teknik yang digunakan pada lompat harimau kurang lebih sama dengan teknik guling depan. Yang membedakan hanya awalannya saja.
      Berikut langkah-langkah dalam melakukan lompat harimau :
      1. Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping.
      2. Menggunakan papan tolakan, melompatlah ke depan dengan lengan diayunkan ke atas.
      3. Saat tubuh melayang di udara, lentingkan badan dan lipat lutut di depan dada.
      4. Luruskan tungkai sesaat sebelum mendarat.
      5. Posisi akhir adalah jongkok lalu berdiri.
      Kesalahan saat melakukan lompat harimau :
      1. loncatan kaki kurang kuat
      2. tumpuan tangan kurang kuat
      3.  kepala digunakan sebagai tumpuan
      4. saat rol ke depan kurang sempurna

        Lompat Jongkok

        cara melakukan lompat jongkok
        Lompat jongkok merupakan salah satu jenis lompatan yang dilakukan dengan menggunakan peti lompat dengan posisi badan jongkok pada saat melewati peti lompat. Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan lompat jongkok :
        • Posisi awal adalah berdiri tegak dengan kedua tangan lurus di samping badan
        • Mulailah berlari dengan posisi badan agak condong ke depan
        • Lakukan tolakan sekuat-kuatnya pada papan tolakan dengan menggunakan kedua kaki.
        • Ayunkan lengan ke arah depan sementara posisi tubuh tetap diluruskan dan tungkai dibuka.
        • Mendaratlah dengan kaki dan tubuh menuju posisi jongkok sementara tangan direntangkan ke atas
        • Posisi akhir adalah jongkok lalu berdiri
        Beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika melakukan lompat jongkok
        • Awalan lari kurang cepat
        • Ketika melompat tolakan kedua kaki tidak bersamaan
        • ketika lompat tungkai kaki kurang terbuka lebar
        • lompatan kurang kuat
        • pada saat pendaratan kaki tidak bersamaan dan tidak berurutan
        • pandangan tidak fokus ke depan

        11. Lompat Kangkang

        cara melakukan lompat kangkang
        Lompat kangkang merupakan salah satu jenis lompatan yang dilakukan dengan melakukan lompatan melewati di atas peti dengan posisi kaki terbuka lebar ke kanan dan ke kiri. Untuk melakukan lompat kangkang dibutuhkan suatu keberanian agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.
        Berikut adalah tahapan-tahapan dalam melakukan lompat kangkang, tapi alangkah lebih baik sebelum melakukan lompat kangkang diawali dengan melakukan pemansan agar tidak cedera
        • Pertama adalah lari secepat mungkin ke arah papan dengan badan agak condong ke depan
        • Kedua kaki menolak pada papan tolakan dengan sekuat-kuatnya disertai ayunan lengan ke bawah dan ke depan, badan lurus dan tungkai dibuka
        • pandangan fokus ke peti lompatan
        • Pada saat kedua tangan menyentuh peti loncat, segera tolakkan kedua tangan dengan sekuat-kuatnya. Badan lurus dengan kedua tangan direntangkan
        • Pendaratan dilakukan dengan ujung kaki, lutut mengeper dan kedua tangan lurus ke atas.
        Beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika melakukan lompat kangkang
        • lari yang tidak begitu cepat sehingga lompatan kurang maksimal
        • saat menolakan kaki pada papan tolakan, tungkai kaki kurang terangkat/ tinggi badan kurang lurus
        • saat tangan bertumpu, kepala terlalu kedepan sehingga lengan tidak bisa lurus dengan badan
        • panggul kurang diangkat (tinggi) sehingga tidak berhasil membuat sikap kangkang di atas peti
        • pada saat melakukan lompatan lutut bengkok
        • kepala dan dada tidak terangkat pada saat tangan menyentuh peti lompat
        • pada saat melakukan lompatan lengan tidak lurus
        Nah, itu tadi sedikit materi tentang senam lantai. Semoga semua pertanyaan yang ada dapat terjawab melalui artikel ini, semoga bermanfaat bagi kalian para pembaca. Dukungan kalian sangat berpengaruh dalam kemajuan website ini. Share artikel ini jika sekiranya dapat membantu orang yang sedang membutuhkan. Jangan lupa untuk selalu mampir di portal dunia suka-suka ?