Teknik dasar bola voli memang perlu kita ketahui terlebih dahulu untuk memulai dalam sebuah permaenan bola voli. Permainan olahraga bola voli ini salah satu olahraga yang banyak diminati oleh berbagai kalangan, baik dari daerah pelosok desa hingga kota-kota besar. Bahkan permainan olahraga yang satu ini sering kali diadakan perlombaan atau turnamen.
Pengertian permainan bola voli sendiri adalah sebuah cabang olahraga bola yang dimainkan oleh dau team dimana masing-masing team terdiri dari 6 orang. Dan khusus permainan bola voli pantai masing-masing team beranggotakan 2 orang. Dan untuk penjelasan selengkapnya, dalam artikel ini akan diterangkan bagaimana cara bermain voli yang benar.
Teknik Dasar Bola Voli
teknik dasar bola voli Permainan bola voli ini memang sangat menyenangkan jadi sembari belajar kekompakan dalam team juga menjadi olahraga yang menyehatkan tubuh kita. Tapi kita harus mengetahui teknik dasar permainan bola voli ini agar permainan pun akan berjalan tertib dan lancar. Teknik dasar bola voli dibagi 4 macam.
1. Teknik servis bola voli
Teknik pertama yang perlu kamu ketahui yaitu servis. Servis adalah melakukan pukulan pada bola ke arah area lapangan lawan. Dan servis ini dilakukan diwaktu awal pertandingan bola voli atau memulai putaran/babak pertama. Untuk mendapatkan poin maka tempatkan bola pada area lapangan lawan yang kosong atau kepada pemain lawan yang pertahanannya lemah.
Teknik servis sendiri terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Berikut ini cara servis bola voli.
a.Servis bawah
Cara servis bawah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.
Pertama-tama berdiri di area tempat untuk servis. Kondisi sikap awal yaitu posisikan kaki kiri lebih maju dari kaki kanan. memegang bola voli dengan salah satu tangan yang kemudian diarahkan ke depan. Tangan yang digunakan untuk servis mengepal dan diayunkan dari bawah ke atas. Bola voli tersebut dilambungkan ke atas kemudian tangan yang digunakan servis diayunkan ke depan sampai memukul tepat pada bagian bawah bola. maksimalkan pukulan bola smapai melewati net dan masuk ke daerah lapangan lawan dan jangan sampai keluar garis lapangan.
b.Servis Atas
Untuk cara servis atas, kamu bisa lakukan dengan langkah berikut.
Kondisi sikap awal yaitu meletakkan kaki kiri berada lebih depan dari kaki kanan. Dan memegang bola dengan salah satu tangan lalu lambungkan bola ke atas. Setelah bola melambung ke atas maka salah satu tangan melakukan pukulan menggunakan telapak tangan dengan kuat. Optimalkan pukulan bola hingga melewati net dan masuk ke daerah lapangan lawan.
c.Servis Samping Adapun cara servis samping, kamu bisa lakukan seperti dibawah ini.
Berdiri dengan kondisi kedua kaki menghadap ke segi lapangan Memegang bola voli dengan tangan yang dijulurkan setinggi kepala dan lambungkan bola ke depan badan. mengayunkan tangan untuk melakukan servis dengan tumpuan berat badan ke belakang dan menekukkan kedua lutut sedikit. Mengangkat tangan dengan membentuk gerakan melingkar dalam melakukan servis bola. Terakhir memutar badan hingga menghadap net, dan pindahkan berat badan ke arah depan.
d.Servis lompat / Jump service Cara melakukan servis lompat bisa kamu lakukan dengan tahap-tahap berikut.
Berdiri dengan kondisi kedua kaki agak merapat. Pegang bola voli dengan kedua tangan dan berada di depan tubuh. Kemudian lambungkan bola ke atas. Disaat bola sedang melambung, lakukan tolakan dengan salah satu kaki ke depan supaya menghasilkan lompatan yang maksimal. Ketika sudah melakukan lompatan yang maksimal dan sekiranya bola terjangkau tangan maka pukullah bola tersebut. Ketika memukul bola, pindahkan berat badan ke depan kemudian mendaratlah yang baik.
2. Teknik passing bola voli
Passing ini dilakukan oleh pemain guna untuk mengoper bola ke teman dalam satu team atau mengembalikan ke arah lapangan lawan. Jika pemberian bola ke teman team maka dilakukan untuk merancang strategi menyerang lawan. Ada 2 cara passing bola voli yang baik diantaranya :
a.Passing Bawah
teknik passing bol voli Biasanya passing bawah dilakukan pemain ketika datangnya bola tidak keras atau rendah. Passing ini dilakukan untuk dioper ke teman satu team atau dikembalikan ke arah lapangan lawan. Adapun caranya sebagai berikut :
Siapkan kondisi tubuh untuk menerima bola dengan berdiri dan meregangkan kedua hingga selebar bahu. Setelah itu rapatkan dan luruskan kedua lengan tepat berada di depan badan sampai kedua ibu jari sejajar. Lalu ayunkan kedua lengan bersamaan dari bawah ke atas hingga setinggi bahu. Ketika bola datang dan menyentuh kedua lengan luruskan kedua lutut. menerima bola yang baik yaitu tepat di atas pergelangan tangan. Dan disaat melakukan passing bawah ke arah depan, ayunan lengan tidak melebihi 90 derajat dari bahu atau badan.
b.Passing Atas
Passing ini dilakukan pemain dengan jari-jarinya ketika bola datang di atas kepala atau bola lambung. Biasanya passing atas untuk mengoper atau mengumpan bola untuk di smash oleh pemain team sebagai spiker. Dan untuk caranya bisa dilakukan dibawah ini.
Siapkan kondisi tubuh untuk menerima bola dengan berdiri dan meregangkan kedua hingga selebar bahu. Kedua lutut ditekuk sampai kondisi badan merendah dan membungkuk ke depan serta tumpuan berat badan di ujung kaki bagian depan. diwaktu bola datang kondisikan badanmu di bawah bola. Lalu menerima bola dengan mengangkat tangan dan lengan ditekuk sedikit. Kemudian buka jari-jari tangan dengan sampai membentuk mangkuk. Ketika menyentuh jari-jari maka tegangkan jari-jari dan dorong dengan menggerakkan pergelangan tangan sembari meluruskan siku. Untuk mendorong bola, kekuatan jari lebih dominan pada ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Lakukan gerakan mendorong dengan mengangkat tumit sedikit, menaikan pinggul dan lutut, meluruskan kedua lengan, serta pandangan mengikuti arah bola. Upayakan bola memantul dengan baik dan sempurna. Dalam gerakan passing bawah dan atas perlu dikondisikan juga. Menggunakan passing bawah, jika kamu menerima bola yang datangnnya rendah atau berada di depan dada. Sedangkan menggunakan passing atas, jika kamu menerima bola yang datangnya di atas kepala atau bola yang melambung. Namun passing yang lebih baik yaitu menerima bola dengan passing bawah karena kebanyakan bola servis datang rendah dan berada di depan dada.
3. Teknik smash bola voli
Sebelum tahap melakukan smash pada bola ada tahap yang dilakukan seperti menerima bola pertama biasanya dengan passing bawah. Lalu bola kedua passing atas untuk mengumpan bola lambung dan bola ketiga spiker menyerang dengan smash bola ke area lapangan lawan yang kosong.
Untuk pilihan pemain spiker dipilih postur tubuh dan lompatan yang tinggi serta memiliki pukulan yang keras dan menukik. Sehingga pukulan/smash tersebut lolos dari blok dan susah diterima oleh pemain team lawan.
4. Teknik block bola voli
blocking dalam bola voli youtube.com Teknik block ini dilakukan untuk menahan atau membendung serangan dari smash bola pemain lawan. Pertahanan ini dilakukan dengan mengangkat kedua tangan dan melakukan lompatan yang tinggi. Lalu menahan bola agar tidak masuk ke area lapangan team sendiri. Maka dari itu menguasai teknik blok dengan baik sangat perlu dalam permainan bola voli.
Cara untuk melakukan teknik blok dapat dilakukan sebagai berikut.
Berdiri dan sejajarkan posisi kaki guna persiapan melompat dengan kedua tangan di depan dada dan menghadap ke net. Setelah itu melompat dengan mengikuti arah bola yang datang dari serangan team lawan. Sesudah melompat, upayakan jangan mendarat ke depan atau arah samping dan perhatikan waktu yang tepat dalam melakukan blok.
Peraturan Permainan Bola Voli
Demi kelancaran dan ketertiban pemainan olahraga bola voli pastinya ada peraturan yang ditetapkan sama halnya dengan olahraga lainnya. Dan peraturan bola voli tersebut telah ditentukan dengan standart internasional.
Namun aturan bola voli bisa diperbaharui sewaktu-waktu sesuai kebijakan dari organisasi Internasional yaitu Federation International De Volleyball (FIVB). Di bawah ini akan dijelaskan mengenai peraturan struktur dari fasilitas bola voli yang harus ditetapkan. Dan berikut ini sebagai penjelasan lengkapnya.
Lapangan Bola Voli Beserta Ukurannya
Awal dari olahraga permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan yang merupakan sebagai guru pendidikan olahraga di YMCA. Dan sebagai rincian dari permainan bola voli tersebut terdapat ketentuan mengenai lapangannya. Ukuran lapangan bola voli dalam standart Nasional Internasional yaitu sekitar 1/5 dari lapangan sepak bola. Pastinya ukuran standart lapangan tersebut digunakan di seluruh dunia.
Ukuran ini sebagai patokan oleh semua negara, sehingga sebagian besar kalangan bisa mengikuti aturan-aturan tersebut. Jadi lapangan bola voli daerah/nasional mengikuti standart internasional. Lalu bagaimana ukuran bola voli standart internasionalnya? Berikut ini penjelasannya.
Secara rinci ukuran lapangan bola voli sebagai berikut ini.
Luas dari lapangan bola voli yaitu 162 m² (18 m x 9 m) Ukuran Panjang lapangan yaitu 18 m. Ukuran Lebar lapangan yaitu 9 m. Ukuran Lebar garis serang yaitu area yang dekat dengan net, 3 m. Untuk daerah clearance yaitu area menghalau bola yang di bagian belakangnya 3-8 m. Dan di bagian sampingnya yaitu 3-5 m. Dari ulasan ukuran diatas menetapkan bahwa ukuran lapangan voli secara keseluruhan mempunyai panjang 18 meter. Sedangkan untuk lebar lapangan voli yaitu 9 meter tidak kurang dan tidak lebih. Dalam permainan teknik dasar bola voli ini ada 2 team/regu dan masing-masing team menempati separuh lapangan 9 meter begitu juga team satunya. Dan sebagai pembatas pemisahnya yaitu net.
Ukuran Net Bola Voli
Untuk ukuran secara rinci ukuran net sebagai berikut ini.
Tinggi net bola voli untuk putra adalah 2,43 m Tinggi net bola voli untuk putri adalah 2,24 m Panjang netnya adalah 9 m. Untuk ukuran lebar net 1 m. Tinggi antena netnya adalah 80 cm berada di atas net. Jarak tiang net dari garis samping lapangan bola voli adalah 0,5 – 1 m. Pita tepian samping net adalah 5 cm sepanjang 1m. Dan untuk pita tepian atas net yaitu 5 cm dengan panjangnya 1 m. Mata jala net berukuran sekitar 10 cm berbentuk persegi. Bahan jaring net bola voli terbuat dari rangkaian benangber yang bentuknya kotak-kota dengan ukuran 10 cm dengan tinggi jaring net sekitar 1 m
Sejarah sepakbola merupakan sejarah sebuah permainan yang akhirnya berkembang menjadi sebuah fenomena olahraga yang menakjubkan.
Sejarah sepak bola sebagai olahraga dimulai abad ke-2 dan ke-3 sebelum masehi di Cina. Pada masa dinasti Han, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil dan disebut dengan Tsu Chu. Permainan ini dipertandingkan untuk melatih fisik tentara dan saat kaisar ulang tahun. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari
terutama mulai abad ke-16. Pada 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia mulai dibentuk dengan nama FIFA (Federation Internationale de Football Asosiation). FIFA dibentuk pada 21 Mei 1904, dan memiliki slogan For The Game. For The World. FIFA berpusat di Zurich, Swis. FIFA adalah baddan pengatur internasional sepak boal, FIFA juga mempromosikan sepak bola, mengatur transfer pemain antar tim, memberikan gelar pemain terbaik dunia FIFA dan menerbitkan daftar peringkat dunia FIFA setiap bulannya.
Sepak bola di indonesia dimulai sejak tahun 1914 saat Indonesia masih dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda. Kompetisi antar kota di jawa tersebut hanya di juarai oleh dua tim atau di dominasi dua tim saja, yaitu Batavia City, Soerabaja City. Sejarah Sepak Bola Modern di Indonesia dimulai dengan terbentuknya PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan ketuanya Soeratin Sosrosoegondo.
. Pengertian Permaianan Sepak Bola Sepak Bola berasal dari dua kata yaitu "Sepak": dan "Bola". Sepak atau meyepak dapat di artikan menendang (menggunakan kaki) sedangkan "bola" yaitu alat permainan yang berbentuk bulat berbahan karet, kulit atau sejenisnya.
Peraturan Permainan Sepak Bola
Lapangan
Panjang bidang = 100-110 m
Lebar bidang = 64-75 m
Daerah target = 18,35 x 5,5 m
Radius lingkaran tengah = 9,15 m
Tendangan penalti = 40,39 x 16,5 m
Jarak penalti titik dengan garis gol = 11 m
Gawang
Tinggi = 2,44 m
Lebar = 7,32 m
Bola
Bahan Bola = kulit
Bentuk = bundar
Berat = 396-453 gram
Lingkaran bola = 68-71 cm
Aturan mulai permainan
Sebelum pertandingan dimulai, pemain harus berjabat tangan antara rekan tim atau lawan dan berbaris ke arah penonton.
Wasit membawa koin dan kapten dari masing-masing tim memilih sisi koin, kemudian wasit melempar koin, dan pilihan koin logam yang sesuai oleh Kapten dapat memilih bola awal atau tujuan.
Jumlah pemain sepak bola
Ada dua tim dan masing-masing tim terdiri dari 11 orang (satu-satunya Kiper). Jika pemain tim terkena kartu merah kurang dari 7 atau 4 pemain dan keluar, tim dianggap pecundang
Renang Gaya Dada adalah salah satu teknik gaya renang yang sangat populer dalam olahraga air ini. Adapun, banyaknya gaya yang dimiliki, gaya ini masih jadi salah satu hal yang populer.
Renang ini adalah yang paling diajarkan kepada pemula, memang ini lumayan mudah untuk dilakukan pemula. Suka renang dan mau mempelajari lebih jauh?
Baca-baca lagi tahapan, teknik dan kelebihan dari renang di bawah ini. Karena, tentunya akan menambah wawasan Anda dan memperbaiki cara Anda dalam berenang.
Renang gaya dadamerupakan salah satu gaya berenang yang umum dilakukan, renang ini juga bisa disebut dengan renang gaya katak.
Disebut dengan gaya katak bukanlah tanpa alasan, mengingat renang tersebut memiliki gaya menyerupai hewan katak.
Renang gaya dada dilakukan dengan menggunakan tangan dan kaki untuk bergerak, sedangkan dada menghadap ke permukaan air bertujuan untuk menimbulkan daya apung.
Renang ini cenderung lebih mudah dilakukan dari pada gaya renang lainnya
Teknik Renang Gaya Dada
Teknik renang yang harus Anda tahu adalah di bawah ini :
1. Teknik Meluncur
Dalam berenang gaya dada terdapat beberapa tahapan atau teknik yang harus diketahui, hal ini akan membuat berenang lebih mudah dan juga lebih efektif.
Teknik yang pertama yaitu teknik meluncur, teknik tersebut digunakan saat pertama kali masuk ke dalam air.
Dengan teknik meluncur yang baik maka saat berenang akan memiliki gaya dorong yang kuat dan berenangpun bisa lebih cepat.
Posisi pertama yang dilakukan adalah berdiri di tepi kolam renang, lalu mendorong tubuh ke arah depan menggunakan kaki.
Setelah itu usahakan tubuh sejajar di permukaan air dengan tangan mengarah ke depan, ikutilah gaya dorong tersebut dengan sedikit gerakan kaki.
Sehingga anda akan mendapatkan teknik meluncur yang bisa sangat cepat.
2. Teknik Gerakan Tangan
Teknik gerakan tangan adalah teknik yang sangat penting untuk diperhatikan, dimana gerakan ini dibutuhkan untuk menjadi gaya dorong sekaligus berguna untuk menjadi daya apung.
Gerakan tangan tersebut dilakukan dengan cara mengayunkan tangan dari samping ke arah depan, lalu tarik kembali ke arah dada sehingga menimbulkan dorongan serta kepala bisa terangkat di atas permukaan air.
Untuk belajar pada pertama kalinya anda bisa menggunakan papan seluncur sebagai alat bantu, dengan papan seluncur ini anda bisa melatih gerakan tangan yang baik dan benar.
Perlu diperhatikan juga bahwa teknik gerakan tangan yang benar adalah dapat membuat tubuh seimbang di permukaan air.
3. Teknik Gerakan Kaki
Gerakan berikutnya yaitu teknik gerakan kaki, dimana teknik ini adalah teknik yang paling penting untuk dipelajari.
Teknik gerakan kaki yang baik bisa membuat kecepatan berenang semakin kencang, sehingga menjadi salah satu faktor penentu bagi seorang atlet renang gaya dada atau gaya katak tersebut.
Pertama yang harus dilakukan adalah dengan meluruskan kaki saat meluncur, setelah dorongan dari teknik meluncur melemah lakukanlah teknik gerakan kaki.
Lebarkan kaki menyerupai katak lalu doronglah ke arah belakang dengan kekuatan maksimal, ulang terus menerus hingga kaki menjadi lebih lentur dan juga bisa lebih fleksibel.
4. Teknik Bernapas
Bernapas dengan baik juga sangat penting dalam melakukan renang gaya dada ini, mengambil napas yang benar adalah saat menarik tangan sehingga kepala terangkat hingga di atas permukaan air.
Saat tersebut merupakan waktu yang tepat untuk menarik napas, usahakan menarik napas dengan panjang agar dorongan berikutnya kekuatan bisa lebih kuat.
Dalam menarik napas hadapkan kepala ke arah permukaan air, hal ini akan mempermudah untuk menarik napas dan juga untuk melakukan gerakan selanjutnya.
Hindarilah menghadapkan wajah ke arah depan atau ke atas, hal ini akan membebani leher terlalu keras sehingga akan menimbulkan sakit pada leher.
Kelebihan Renang Gaya Dada
Dalam melakukan olahraga, banyak hal yang akan menjadi keuntungan. Kelebihan dari renang adalah bonus ketika Anda menyukai olahraga ini.
Jadi, apa sajakah kelebihan renang gaya dada? Simak beberapa kelebihan di bawah ini :
1. Lebih Mudah Dilakukan
Renang gaya dada merupakan salah satu gaya renang yang sering dipakai, hal ini tidak lepas dari keunggulan yang dimiliki oleh renang gaya dada tersebut.
Salah satu kelebihan dari renang ini adalah dapat dengan mudah dilakukan, dimana renang gaya dada cenderung lebih mudah dari pada gaya renang lainnya.
Walaupun terdapat beberapa teknik yang harus dipelajari, namun jika dilakukan dengan benar sebenarnya renang tersebut sangat mudah untuk dipelajari.
Selain itu renang gaya dada juga tidak memerlukan tenaga yang besar, sehingga cocok untuk digunakan oleh semua kalangan.
2. Membentuk Tubuh
Kelebihan selanjutnya adalah dapat membentuk tubuh dengan baik, terutama bagian dada, otot tangan, dan otot paha.
Pastinya bila melakukan renang gaya dada secara rutin dapat membentuk tubuh menjadi lebih atletik, apalagi dibarengi dengan pola makan yang sehat untuk meningkatkan sistem metabolisme tubuh.
Namun jangan lupa untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan renang gaya dada.
Selain bertujuan untuk keselamatan dengan melakukan pemanasan yang baik akan mempermudah untuk membentuk tubuh.
Hal ini dikarenakan otot yang sudah lentur dengan pemanasan akan lebih mudah untuk lebih ideal lagi.
3. Baik Bagi Kesehatan
Berenang memang merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat dianjurkan, hal ini disebabkan renang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh.
Terutama renang dengan menggunakan gaya dada, dimana sistem pernapasan akan lebih teratur dan juga lebih lancar.
Tentunya dengan latihan napas akan membuat kesehatan lebih meningkat, terutama paru-paru, jantung, dan sistem kekebalan tubuh.
Manfaat Renang Gaya Dada
Renang dengan teknik gaya dada, rupanya menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaat berikut ini akan dirasakan apabila Anda melakukan gerakannya dengan benar.
1. Menurunkan Berat Badan
Obesitas adalah hal yang paling menakutkan untuk manusia, apalagi untuk kaum hawa. Jika melakukan gerakan renang secara teratur dan konsisten, maka ini akan menjadi solusi bagi Anda.
Gerakan gaya dada sendiri akan langsung membuat seluruh anggota badan bergerak. Dengan demikian, kalori pun akan perlahan terbakar dan menjadi energi. Lemak akan luntur dengan mudah dan cepat.
2. Menurunkan Gula Darah
Dengan teknik gaya dada, tidak hanya dilakukan untuk kegiatan renang santai, namun apabila ingin menurunkan gula darah yang tinggi Anda dapat melakukan gerakan ini.
Penderita diabetes, olahraga renang gaya dada mampu membuat metabolisme tubuh meningkat dan sekaligus juga peredaran darah yang semakin lancar.
Untuk mengatasi diabetes atau menurunkan kadar gula darah tinggi, rajin-rajinlah melakukan olahraga renang gaya dada.
Tidak harus setiap hari, seminggu 2 kali saja sudah lebih dari cukup apabila dilakukan secara rutin. Efek baik tentunya akan terjadi pada kadar gula darah yang terlalu tinggi
3. Menurunkan Kolesterol
Kolesterol tinggi dalam tubuh, khususnya kolesterol jahat mampu meningkatkan resiko penyakit jantung. Dengan melakukan olahraga seperti renang, salah satunya dengan teknik gaya dada dapat mengurangi kolesterol.
Ingat, bahwa kolesterol ini kerap kali ada hubungannya dengan obesitas, dimana pada intinya renang ini dapat menurunkan berat badan serta membasmi kolesterol yang naik.
4. Menghilangkan Stress
Dalam sebuah pekerjaan, manajemen yang terlalu monoton atau kegiatan lain yang membuat otak menjadi tidak bersahabat akan menimbulkan stress yang berlebih.
Salah satu obat alami menghilangkan stress adalah dengan melakukan olahraga renang dengan teknik gaya dada. Ini bekerja secara alami dan aman.
Begitu seluruh tubuh sudah masuk ke dalam air dan terkena percikan yang membuat badan segar, stress itu akan hilang seketika.
Selain itu gerakannya yang agresif akan membuat tubuh sering bergerak, hal tersebut juga sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia.
Sejarah senam irama bermula dari gagasan Jean-Georges Noverre (1727-1810), Francois Delsarte (1811-1871), dan Rudolf Bode (1881-1970). Ketiganya percaya atas pentingnya ekspresi gerak dimana seseorang menggunakan tubuhnya untuk mencipta keindahan melalui rangkaian gerak tertentu.
Gagasan tersebut kemudian dikembangkan oleh Peter Henry Ling pada abad ke 19 dalam suatu sistem latihan yang disebut sebagai Swedish system (sistem Swedia) dari gerakan bebas yang kemudian dipromosikan sebagai “gymnastik estetis” yang mana seorang atlet mengekspresikan dirinya, emosi dan perasaannya melalui pergerakan tubuh.
Ide tersebut kemudian dikembangkan lagi oleh Catharine Beecher, pendiri Western Female Institute di Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1837. Dalam program latihan yang diciptakan Beecher ini, yang dikenal dengan istilah “grace without dancing”, pesenam perempuan berlatih dengan menggunakan musik mulai dari gerakan sederhana menuju gerakan kompleks. Semenjak itu mulai bermunculan para pelopor gagasan mengenai tubuh, ekspresi tubuh, gerak dan musik dengan berbagai jenis gaya. Kemudian pada tahun 1900, semua jenis gaya tersebut dikombinasikan di sekolah Gymnastics Rhytmic Swedia dan setelahnya banyak juga sekolah-sekolah gymnastik yang mengembangkan hal serupa.
Pada tahun 1929, Hinrich Medau mendirikan sekolah di Berlin dan menciptakan gagasan gymnastik modern yang memiliki perbedaan mendasar dari gaya-gaya sebelumnya, yakni Medau menciptakan suatu sistem gerak senam artistik dengan menggunakan alat (bola, pita, tali, gada, dan simpai) sehingga senam ini mulai terlihat berbeda dengan pertunjukan balet kontemporer, tari atau akrobat.
Kompetisi senam irama dimulai pada tahun 1940 di Rusia. FIG sendiri kemudian memasukkan senam irama sebagai salah satu cabang senam pada tahun 1961. Mula-mula senam ini bernama modern gimnastik, lalu berubah menjadi olahraga gimnastik ritmis, dan terakhir berubah menjadi senam irama atau gimnastik ritmis. Pertandingan internasioal pertama kali dalam cabang ini untuk atlet individual dimulai di Budapest pada tahun 1963, sementara pertandingan grup mulai ada pada kompetisi di Copenhagen, Denmark pada tahun 1967. Senam ritmik mulai diadakan dalam olimpiade di tahun 1984 di Los Angles untuk kelas individu. Lalu untuk pertandingan kelompok mulai masuk pada tahun 1996 di Olimpiade Atlanta.
Unsur dan Jenis Senam Irama
Unsur-unsur yang diperlukan dalam senam irama adalah :
Kelentukan
Keseimbangan
Keluwesan
Fleksibilitas
Kontinuitas
Ketepatan
Dengan irama kita perlu menguasai teknik gerakan pada senam irama agar mencapai gerakan yang serasi dan bermanfaat bagi jasmani dan rohani.Hal ini sesuai dengan tujuan senam yaitu membentuk keindahan tubuh, kebugaran dan kekuatan. Ada tiga hal yang harus ditekankan pada senam irama, yaitu:
Ketepatan musik/irama
Kelentukan (fleksibilitas)
Kontinuitas gerakan
Jenis Macam Aliran Senam Irama
Senam irama yang berasal dari seni sandiwara, dipelopori oleh Delsarte tahun 1811 – 1871, seorang sutradara. Ia menghendaki agar gerakan dalam sandiwara yang dibuat-buat itu dapat dilakukan dengan gerakan yang wajar. Tetapi ia belum berhasil, karena sifat kesandiwaraan masih terlihat dalam aliran ini. Dialah yang pertama-tama menciptakan system senam irama.
Senam irama yang berasal dari seni music ini dipelopori oleh Jacques Dalcroze, seorang guru music yang ingin menyatakan lagu-lagu dalam bentuk gerakan. Dalam sistemnya sudah tentu lebih mementingkan music dari pada gerakan. Murid Dalcroze, Bode, berpendapat bahwa gerakan itu harus digerakkan dari dalam ke feri-feri. Maka senamnya terkenal dengan nama “Ausdruk Gymnastiek” artinya senam yang dijalankan dengan penuh perasaan. Murid Bode adalah yang sangat senang memberikan latihan dengan alat seperti bola, gada dan simpai.
Senam irama yang berasal dari seni tari, dipelopori oleh RudolfbLaban tahun 1879 – 1958. Ia berpendapat bahwa senam irama mengandung: Dressur dan Prestasi olahraga
Gerakan Dasar Senam Irama
1. Gerakan Langkah Kaki
Gerakan langkah kaki meliputi sebagai berikut.
a. Langkah biasa (looppas) Berdiri dengan sikap tegak.Langkahkan kaki kiri dan kedua lengan di samping badan.Melangkahkan kaki kanan dan jatuhkan pada tumit, dilanjutkan melangkah dengan kaki kiri secarabergantian.Pada gerakan melangkah biasa harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.
Kaki mengeper pada sendi lutut.
Gerakan dilakukan dengan rileks.
Gerakan disesuaikan dengan irama.
Gunakan irama 2/4 (dd), 3/4 (ddd), 4/4 (dddd) diambil sikap tegak, langkah kaki kiri, kedua lengan lepas di samping badan. Pada bilangan “satu” langkahkan kaki kanan ke depan dengan meletakkan tumit di depan telapak kaki kiri lalu baru ujung jari kaki yang terakhir. Bilangan “dua” ganti langkah kaki kiri.Ingat, di dalam melangkah lutut harus mengeper, tumit harus dijatuhkan.
b. Langkah rapat Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kanan di depan kaki kiri. Kemudian, melangkahkan kaki kiri di depan kaki kanan, dilanjutkan kedua kaki rapat. Langkah kaki rapat dilakukan dengan hitungan 1 kanan, hitungan 2 kiri, dan hitungan 3 rapat.
Secara prinsip, sikap langkah jatuh pada tumit dengan ketentuan sebagai berikut.
Gerakan kaki mengeper pada lutut.
Dilakukan dengan rileks dan luwes.
Gerakan disesuaikan dengan irama.
c. Langkah keseimbangan (ballanspas) Berdiri dengan sikap tegak. Hitungan satu, melangkahkan kaki kiri ke depan. Hitungan dua, kaki kanan menyusul melangkah ke depan. Sebelum kaki kanan menapak (tumit masih terangkat) kaki kiri mundur diikuti kaki kanan mundur merapat.
Secara prinsip, langkah ini dilakukan sebagai berikut:
Tidak ada saat berhenti;
Dilakukan dengan gerakan kaki mengeper;
Lebih tepat gunakan irama 3/4 atau 4/4.
Langkah depan (galoppas)
Sikap tegak anjur kiri.Pada hitungan 1, silangkan kaki kiri dimuka kaki kanan.Kraissprong dapat pula dilakukan kebelakang.Langkah silang ini dilakukan dengan irama 2/4.
d. Langkah depan (galoppas)
Langkah ini diawali dengan posisi badan berdiri tegak.
Pada aba aba pertama kaki kiri diletakkan didepan kaki kanan.
Kemudian lakukan gerakan menyilang dibagian belakang dengan langkah irama 2/4.
Kemudian kaki kanan dalam posisi tegak dilangkahkan kedepan.
Kemudian diikuti dengan langkahan kaki kiri lalu kaki kanan lagi.
Gerakan tersebut dilakukan secara bergantian.
e. Langkah silang (kruispas)
Langkah ini diawali sikap badan berdiri.
Pada aba aba pertama kaki kiri diletakkan kedepan dengan posisi menyilang.
Pada aba aba kedua kaki kanan melangkah ke arah samping kanan. Pada jenis langkah ini menggunakan ritme 2/4 atau dd.
2. Gerakan Ayunan Tangan
a. Ayunan satu lengan ke depan belakang
Sikap permulaan berdiri tegak, melangkah, kedua lengan lurus ke depan.
Hitungan 1: ayun lengan kiri ke belakang diikuti kedua lutut mengeper.
Hitungan 2: ayunkan kembali tangan kiri ke depan.
Hitungan 3-4: sama dengan hitungan 1 – 2 hanya dilakukan dengan tangan kanan.
Lakukan Pembelajaran ini 6 x 4 hitungan dengan irama 4/4
b. Ayunan satu lengan ke samping
Sikap permulaan berdiri tegak, ayunkan kedua lengan ke samping kanan
Hitungan 1: ayunkan lengan kiri dari depan ke samping kiri diikuti kedua lutut mengeper.
Hitungan 2: ayunkan kembali lengan kiri ke depan.
Hitungan 3-4, lengan kanan melakukan gerakan seperti tangan kiri pada hitungan 1 dan 2.
c. Ayunan Satu Lengan Ke Samping Bersamaan Dengan Memindahkan Berat Badan
Sikap permulaan berdiri tegak, ayunkan kedua lengan ke samping kanan.
Hitungan 1: ayunkan lengan kiri ke kiri.
Hitungan 2: ayunkan lengan kanan ke kiri bersamaan dengan memindahkan berat badan ke kiri dan kedua lutut mengeper.
Hitungan 3: ayunkan lengan kanan kembali ke kanan.
Hitungan 4: ayunkan lengan kiri ke kanan bersamaan memindahkan berat badan ke kanan, kedua lutut mengeper
d. Ayunan Dua Lengan Ke Depan Belakang
Sikap permulaan berdiri, kaki kiri melangkah, kedua lengan lurus ke depan.
Hitungan 1: ayunkan kedua lengan ke belakang.
Hitungan 2: ayunkan kembali ke depan.
Hitungan 3-4, putar kedua lengan melalui bawah di samping badan.
Hitungan 5,6,7,8: Pembelajaran sama dengan Pembelajaran 1,2,3,4, tetapi arahnya berlawanan.
e. Ayunan Dua Lengan Silang Di Depan Badan
Sikap permulaan tegakkan kaki kiri ke samping kiri, kedua tangan direntangkan.
Hitungan 1: ayunkan kedua lengan silang di depan badan.
Hitungan 2: ayunkan kedua lengan kembali.
Hitungan 3: ayunkan kedua lengan silang di belakang badan.
Hitungan 4: ayunkan kedua lengan kembali.
Hitungan 5,6,7,8, diulang gerakan hitungan 1,2,3, dan 4.
f. Variasi Gerakan Langkah Ke Depan dan Gerakan Tangan ke Atas
Sikap permulaan tegak, langkahkan kaki kiri, kedua lengan ke samping.
Hitungan 1: langkahkan kaki kiri ke depan, ayun kedua lengan lurus ke atas.
Hitungan 2: pindahkan berat badan ke belakang sambil membungkukkan badan ke depan, ujung tangan ke bawah.
Hitungan 3: tegak kembali.
Hitungan 4: kaki kiri dirapatkan dan kedua lengan kembali ke sikap semula.
Hitungan 5,6,7, dan 8 sama hanya ganti kaki kiri.
3. Kombinasi Gerakan Langkah Kaki dan Gerakan Ayunan Lengan
a. Gerakan Ayunan Satu Lengan Ke Belakang dan Ke Depan
Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan satu lengan ke belakang dan ke depan aktivitas gerak berirama berikut ini.
Sikap awal Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri menyilang bergantian dan kedua lengan lurus ke depan.
Gerakannya 1) Hitungan 1 : Lengan kiri diayunkan kebelakang 2) Hitungan 2 : Lengan kiri diayunkan ke depan. 3) Hitungan 3 : Lengan kanan diayunkan ke belakang. 4) Hitungan 4 : Lengan kanan diayunkan ke depan 5) Pandangan selalu mengikuti ayunan lengan.
Sikap akhir Kembali ke sikap semula.
b. Gerakan Ayunan Dua Lengan ke Belakang dan ke Depan.
Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan dua lengan ke belakang dan ke depan aktivitas gerak berirama berikut ini.
Sikap awal Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
Gerakannya 1) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke belakang samping kiri. 2) Hitungan 2 : Kedua lengan diayunkan kembali ke depan.. 3) Hitungan 3 : Kedua lengan diayunkan ke belakang samping kanan. 4) Hitungan 4 : Kedua lengan diayunkan kembali ke depan. 5) Pandangan selalu mengikuti ayunan lengan.
Sikap akhir Kembali ke sikap semula.
c. Gerakan Ayunan Lengan Silang dan Rentang di Depan Badan
Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan lengan silang dan rentang di depan badan aktivitas gerak berirama berikut ini.
Sikap awal Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan direntangkan.
Gerakannya 1) Hitungan 1 : Kedua lengan disilangkan di depan dada. 2) Hitungan 2 : Kedua lengan terentang setinggi bahu. 3) Hitungan 3 : Arahkan pandangan ke bahu kanan secara bergantian.
Sikap akhir Kembali ke sikap semula.
d. Gerakan Ayunan Lengan Melingkar Di Atas Kepala
Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan lengan melingkar di atas kepala aktivitas gerak berirama berikut ini.
Sikap awal Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
Gerakannya 1) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke kanan melingkar ke dalam satu lingkaran di atas kepala. 2) Hitungan 2 : Berdiri tegak, langkahkan kaki kanan dan kedua lengan lurus ke depan. 3) Hitungan 3 : Kedua lengan diayunkan ke kiri melingkar ke dalam satu lingkaran di atas kepala. 4) Hitungan 4 : Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri dan kedua lengan lurus ke depan. 5) Pandangan mengikuti gerakan lengan.
Sikap akhir Kembali ke sikap semula.
e. Gerakan Ayunan Satu Lengan Horizontal ke Kiri dan ke Kanan
Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan satu lengan horizontal ke kiri dan ke kanan aktivitas gerak berirama berikut ini.
Sikap awal Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan direntangkan
Gerakannya 1) Hitungan 1 : Lengan kiri diayun ke kanan di depan badan. 2) Hitungan 2 : Lengan kiri diayun ke kiri (sikap semula). 3) Hitungan 3 : Lengan kanan diayun ke kiri di depan badan. 4) Hitungan 4 : Lengan kanan diayun ke kanan (sikap semula) 5) Setiap ayunan diikuti dorongan panggul.
Sikap akhir Kembali ke sikap semula.
f. Gerakan Ayunan Kedua Lengan Ditarik Ke Dada Dan Didorong Ke Depan
Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan kedua lengan ditarik ke dada dan didorong ke depan aktivitas gerak berirama berikut ini.
Sikap awal Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan.
Gerakannya 1) Hitungan 1 : Kedua lengan diluruskan di depan dada. 2) Hitungan 2 : Kedua lengan ditarik di depan dada. 3) Hitungan 3 : Kedua lengan didorong ke depan (sikap semula) 4) Setiap ayunan diikuti dorongan panggul.
Sikap akhir Kembali ke sikap semula.
g. Gerakan Ayunan Dua Tangan Setinggi Bahu
Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan kedua tangan setinggi bahu aktivitas gerak berirama berikut ini.
Sikap awal Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri ke samping kiri dan kedua lengan lurus ke samping kanan.
Gerakannya 1) Hitungan 1 : Kedua lengan diayunkan ke kiri. 2) Hitungan 2 : Kedua lengan diayunkan ke kanan. 3) Hitungan 3 : Kedua lengan diayun melingkar satu lingkaran ke kiri di atas kepala. 4) Hitungan 4 : Kedua lengan lurus ke samping kiri. 5) Setiap gerakan ini diulang, ayunan lengan dari samping kiri.
Sikap akhir Kembali ke sikap semula
h. Gerakan Ayunan Satu Lengan Ke Kaki Kanan dan Kiri Secara Bergantian
Amati dan peragakan aktivitas pembelajaran gerakan ayunan satu lengan ke kaki kanan dan kiri secara bergantian aktivitas gerak berirama berikut ini.
Sikap awal Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri ke samping kiri dan kedua tangan direntangkan.
Gerakannya 1) Hitungan 1 : Tangan kanan diayun menyentuh ujung kaki kiri dan badan membungkuk. 2) Hitungan 2 : Tangan kembali diayun ke sikap semula. 3) Gerakan dilakukan bergantian dengan tangan kiri.
Sikap akhir Kembali ke sikap semula
Senam Irama Dengan Alat
Sesuai dengan laju dan perkembangan cabang-cabang olahraga, begitu pula dengan cabang olahraga senam irama, dulu disebut Rhytmic Gymnastics (senam irama) pada masa sekarang disebut modern Rhytmic Gymnastics. Pada senam irama modern ini selain mempertandingkan rangkaian Senam Irama Modern tanpa alat tangan, alat lima alat yang dipertandingkan baik secara perorangan maupun secara beregu. Alat tersebut terdiri atas: bola (balls), tali (ropes), simpai (hoops), pita (ribbons) dan gada (clubs).
Kelima permainan itu boleh dimainkan secara perorangan dan boleh secara beregu.Setiap alat mempunyai karakteristik masing-masing.
Bola (balls) Ukuran bola tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, asal dapat dipegang oleh jari-jari tangan dan dapat dikuasai agar tidak mudah jatuh.Bola boleh terbuat dari karet atau plastik. Kompetisi berat bola 400gr, lingkarannya 18-20 cm. Cara memainkannya: Bola boleh dilempar ke atas kemudian ditangkap lagi, boleh digelundungkan baik di lantai maupun pada tubuh si pesenam sendiri.
Tali (ropes) Tali seluruhnya terbuat dari bahan yang halus, tidak ada tempat memegang yang khusus.Panjang tali disesuaikan dengan tinggi pesenam itu sendiri. Cara mengukurnya, tengah-tengah tali diinjak oleh salah satu kaki si pesenam kedua ujung tali dipegang oleh tangan kiri dan kanan kemudian ujung tali yang dipegang diletakkan di depan bahu. Cara memainkannya: Tali dipegang ujungnya baik satu tangan maupun oleh kedua tangan. Tali bebas untuk dimainkan, boleh dilewatkan ke atas kepala atau ke bawah telapak kaki sambil loncat, boleh di lempar ke atas, yang penting tali itu tetap dikuasai dan dimainkan selama waktu rangkaian yang sudah ditentukan.
Simpai (hoops) Boleh dibuat dari kayu atau plastik ataupun dari bahan lainnya.Berat sebuah simpai tidak lebih dari 300 gram, warnanya bebas boleh putih, kuning atau warna campuran (belang-belang). . tidak termaksud tongkat untuk orang dewasa diameter atau garis tengahnya. 80-90 cm diukur dari sebelah dalam. Cara memainkannya: Dalam penampilan simpai boleh dipegang oleh satu tangan ataupun dua tangan. Sebelum dapat memainkan simpai dengan baik harus dikuasai macam-macam cara pegangnya. Misalnya: Reguler grip, Reserve grip, Inside grip, Outsite grip dan mixed grip. Simpai boleh dilempar, boleh digelundungkan, menurut teknik dan peraturan-peraturan yang berlaku.
Pita (ribbons) Terbuat dari bahan yang halus seperti kain saten. Panjang pita 6 meter tidak termaksud tongkat (stick) untuk pegangan.Berat pita termaksud tongkat (stick) untuk pegangan 35 gram.Tongkat untuk pegangan terbuat dari kayu, bamboo atau bahan lain, misalnya fiber glass. Panjang stick 50-60 cm. Diameter stick 1 cm.Mengayun, memutar, mempuat angka delapan, berbelit-belit seperti ular, spiral dan macam-macam lemparan.
Gada (clubs) Terbuat dari kayu atau bahan plastik, bentuk gada hampir sama dengan botol. Panjang gada 40-50 cm. Berat gada 150 gram. Latihan dengan gada: Mengayun, memutar, memukul, melempar dan menangkap. Dari kelima alat masing-masing di dalam melakukan rangkaian diiringi music. Lapangan yang dipergunakan untuk suatu rangkaian senam irama ialah lantai yang ditutup oleh matras yang berukuran 12 X 12 cm.
Prinsip Gerakan-Gerakan Dalam Senam Irama
Karena sifat tekanan seperti hal-hal tersebut di atas itu lebih banyak dimiliki oleh putri, maka senam irama umumnya dilakukan oleh putri.
Irama Pada dasarnya irama telah dikenal oleh mahasiswa semasa di Sekolah Menengah Pertama maupun di sekolah Menengah Atas, misalnya irama: 2/3, 3/4, 4/4 dan sebagainya.
Kelentukan tubuh dalam gerakan (flexibilitas). Prinsip kelentukan dalam gerakan akan diperoleh berkat latihan yang tekun dan akan makan waktu yang cukup lama.
Kontinuitas Gerakan Kontinuitas gerakan akan diperoleh dari rangkaian gerak-gerak senam yang telah disusun dalam bentuk rangkaian yang siap ditampilkan. Ini membutuhkan latihan yang tekun dan cukup lama.Maka demi terciptanya keserasian dalam gerak irama harus dikuasai secara matang.
Komponen Kesegaran Jasmani Dalam Senam
Komponen-Komponen Kesegaran Jasmani Yang Terdapat Dalam Senam
Kesegaran jasmani pada hakekatnya bukan sesuatu keadaan yang berdiri sendir, melainkan lebih merupakan perpaduan dari beberapa komponen.Pemisahan atau membeda-bedakan komponen-komponen itu saaatu sama lain hanya mungkin dalam perbincangan teori, karena selalu saja ada bagian-bagian yang tak dapat dipisahkan. Ada empat komponen dasar yang mutlak diperlukan dalam memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani serta sikap tubuh yang baik yaitu kekuatan otot, kelentukan, daya tahan dan relaksasi.Keempat komponen dasar tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan senam.
Kekuatan otot
Kekuatan otot yang dalam bahasa Inggris disebut “Muscular Streengght” merupakan komponen dasar yang penting dalam menyelesaikan tugas-tugas fisik yang memerlukan pengerahan tenaga.Kekuatan ialah kemampuan mengerahkan tenaga dalam melawan bebanatau tahanan.Otot-otot yang kurang diberi pekerjaan atau kurang terlatih cendrung menjadi lemah, kendor, kurang tenaga. Namun dengan latihan dan kerja yang teratur dan berkesinambungan maka otot-otot akan menjadi kuat.
Dengan senam yang direncanakan kekuatan dapat dikembangkan serta tegangan otot diperbaiki.Kekuatan penting dalam kegiatan manusia, selain itu juga untuk memelihara bentuk tubuh dan sikap yang baik. Namun perlu diingat bahwa tidak setiap pekerjaan memerlukan kekuatan otot yang sama. Karena itu tidak sepatutnya kita berharap agar setiap orang memiliki kekkuatan yang sesuai dengan jenis pekerjaannya.Pola-pola kegiatan yang menggunakan kekuatan otot contohnya ialah menari beban seperti pada tarik tambang atau menarik pedati, mendorong benda berat, menjinjing dan menjunjung.
Pola kegiatan lain yang menggunakan kekuatan yang dipadukan dengan kecepatan, contohnya menendang bola dengan keras. Perpaduan kekuatan dan kecepatan disebut “power” memang peranan penting dalam keterampilan olahraga.Otot-otot terdiri atas sejumlah fibrin (serabut otot) yang secara genetis jumlahnya tidak ssama bagi setiap individu.Jumlah fibril yang lebih banyak mempunyai potensi fungsional lebih tinggi dari yang kurang.Artinya dapat lebih kuat, bila sama-sama dilatih.Otot yang terlatih menjadi lebih besar, fibril-fibril lebih gemuk dan menjadi lebih kuat.Besarnya otot ada hubungannya dengan kekuatan dan daya tahannya.
Kelentukan
Kelentukan ialah derajat kemampuan gerak pada berbagai persendiaan atau beberapa persendiaan.Seperti gerakan melipat siku hanya bekerja satu persendiaanyaitu persendian engsel.Tetapi pada gerakan membungkuk yang bekerja adalah sejumlah persendiaan, yaitu tulang-tulang leher, punggung, pinggang.
Kelentukan merupakan syarat mutlak untuk mengerahkan kekuatan dengan derajat kemungkinan gerak penus secara efisien. Sebagai contoh misalnya gerakan mengambil bola (cock) rendah dekat net pada permainan bulu tangkis, di mana pemain harus melangkahkan kaki secara penuh sambil menyodorkan tangan ke depan. Walaupun pada gerakan ini kekuatan dan kecepatan bekerja, tetapi peranan kelentukan sangat menentukan.
Daya tahan
Daya tahan sering diberi batasan sebagai kemampuan secara jasmaniah seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu dalam waktu yang cukup panjang tanpa sesudahnya mengalami kelelahan yang berlebihan, dalam arti pulih dalam waktu yang wajar. Daya tahan adalah kemampuan menunda kelelahan yang akan menyertai kerja fisik. Batasan ini sebenarnya sama pengertiannya dengan yang terdahulu.
Daya tahan ada bermacam-macam seperti daya tahan mengetik selama lima jam dalam sehari, seharian mendaki bukit, berlari satu setengah kilo meter dan lain-lain. Namun demikian daya tahan itu secara praktis menyangkut kemampuan kerja sistem cardio vascular respiratory (sistem peredaran darah dan pernafasan) yang disebut juga ergosistem sekunder.
Daya tahan otot Daya tahan otot ialah daya tahan setempat (lokal) pada otot yang bekerja untuk sesuatu kegiatan.Daya tahan otot bergantung pada dua hal yaitu kekuatan otot dan pengerahan (suplai) darah terhadap kelompok-kelompok otot tersebut.Otot-otot dengan kekuatan yang lebih besar mempunyai daya tahan yang lebih besar pula. Dengan kata lain yang lebih kuat kerjanya lebih efisien dan kelelahan dikurangi. Sebagai contoh misalnya seseorang yang tangannya berotot kuat akan dapat melakukan gerakan push up lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan berotot kurang kuat.
Daya tahan cardio vascular respiratory Daya tahan ini menyangkut kemampuan tubuh untuk mengerahkan daerah yang mengandung O2 dan nutrisi kejaringan tubuh yang aktif, serta menyangkut sisa-sisa metabolism kea lat-alat pengeluarannya.Itu semua berhubungan dengan kekuatan dan tonus (tegangan) jantung.Kerja paru-paru, peredaran darah dan mobilisasi cadangan energi dalam menghadapi tekanan yaitu latihan jasmani dan kerja. Jantung adalah otot seperti otot-otot yang lain bila terlatih menjadi lebih kuat dansebagai akibatnya dapat memompa darah lebih banyak, dengan demikian maka denyut nadi lebih tenang.
Jantung yang lebih kuat lebih cepat bereaksi terhadap kegiatan jasmani yang meningkat, tetapi juga lebih cepat menurun kea rah normal denyutannya.Latihan daya tahan cardio vascular respiratory selain memperkuat jantung yang berarti melancarkan peredaran darah juga mempengaruhi kapasitas vital yaitu jumlah O2 yang dapat diambil oleh paru-paru pada saat bernafas, sehingga tarikan nafas pada saat istirahat tidak dalam.
Relaksasi
Komponen keempat dari pada kesegaran jasmani adalah relaksasi.Komponen ini sebenarnya bersifat jasmaniah dan rohaniah.Secara jasmaniah maka relaksasi adalah kemampuan melepaskan ketegangan yang berlebihan pada saraf otot.Ketegangan yang berlebihan pada saraf dan otot dapat disembuhkan dengan berolahraga yang mengandung unsur rekreatif.Saraf dan otot harus berada dalam tegangan yang optimal.
Manfaat Senam Irama
Manfaat Fisik Orang yang melakukan senam irama secara rutin akan mengembangkan kemampuan daya tahan, otot, kekuatan, tenaga, kelentukan, koordinasi, kelincahan dan keseimbangan.
Manfaat Mental Orang yang rutin melakukan senam irama mampu menggunakan kemampuan berfikirnya secara aktif dan kreatif melalui pemecahan masalah gerak.
Manfaat Sosial Kegiatan senam dilakukan secara bersama-sama dalam hal ini maka akan terwujud interaksi sosial.